Miris! Di Sepatan Timur Seorang Pengayuh Becak Tinggal Di Gubuk Reyot Beralaskan Tanah

LINTAS24NEWS.com – Belasan rumah warga di Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang kondisinya sangat memperihatinkan dan tidak layak huni, kebanyakan mereka tergolong miskin.

Salah satunya rumah milik pasangan suami istri (pasutri) yakni Pili (56) dan istrinya Anah (51) warga Kampung Rawa Indah, Desa Tanah Merah, dia warga tidak mampu, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya saja sudah sulit. Penghasilannya yang didapat dari mengayuh becak jauh dari kata cukup, apalagi membangun rumah.

Kondisi rumah Pili seorang ayah yang dikaruniai 4 orang anak tersebut, Selain kondisi bangunan rumahnya yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu, bangunan tersebut terlihat reyot serta beralaskan tanah.

“Alas rumah masih tanah, kalo hujan kebocoran dan gak punya kamar mandi sama WC,” ungkap Pili kepada lintas24news.com saat disambangi dirumahnya, Kamis (26/3/2021).

Baca juga:  Pastikan Keamanan di Kamar Mapenaling, Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Gelar Sidak

Dengan kondisi tersebut, Pili yang saban harinya mengayuh becak dengan penghasilan Rp. 10.000, hingga Rp. 30.000, mengaku tak mampu menyekolahkan keempat orang anaknya.

“Tidak mampu menyekolahkan anak, dan istri saya hanya Ibu rumah tangga, kadang kuli cuci buat tambahan makan sehari hari,” ujar Pili memelas.

Pili berharap, pemerintah mau berempati dan membantu keadaannya, terutama rumah tempat tinggal yang nyaris roboh agar bisa dibangun.

“Semoga ada bantuan buat ngebetulin rumah saya,” ujarnya penuh harap.

Menanggapi hal itu, Sekcam Sepatan Timur Aan Ansori mengaku sudah menerima data beberapa rumah dari delapan desa yang ada di Sepatan Timur, termasuk data warga yang bernama Pili.

Baca juga:  Tim PAKEM Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Gelar Rapat Secara Virtual

“Kita ada program dari Bapeda melalui program dari kotaku, kemaren sudah dari delapan desa kami data dan untuk yang ditanyakan temen-temen media kaitannya di desa tanah merah Alhamdulillah bisa dicek dan sudah kami ajukan ke dinas terkait begitu,” ungkap Aan Ansori kepada lintas24news.com, Senin (29/3/2021).

Aan mengaku pihaknya akan berupaya dalam penanganan masalah rumah tidak layak huni (RTLH), mengenai jumlah rumah yang diajukan, dia menyebut tidak ada batasan.

“Yang penting sudah kami ajukan dari delapan desa yang ada diwilayah kecamatan Sepatan timur, akan kami tanyakan sejauh mana, dan kapan akan dilaksanakannya, mudah-mudahan harapan kami di tahun ini bisa terealisasi,” terangnya. (Red/Eben)

Respon (3)

  1. Good ūüĎćūüĎć
    Ini berita bagus banget, semoga pemerintah cepat menerima permasalahan warga masyarakat dan bisa secepatnya dilakukan Action konkrit untuk warga yg membutuhkan. Bravo lintas24news

  2. Semoga lintas24new dikedepannya semakin jaya dan slalu menampilkan berita berita yang akurat tajam dan terpercaya….good lintas24new ,,,,ūüĎćūüĎćūüĎć

  3. untuk media lebih giat lagi ke pelosok2 biar tahu keadaan masyarakat yg perlu di angkat beritanya biar didengar dan di lihat oleh pemerintah desa maupun pemerintsh kota. Kriteria masyarakat yg sejahtera itu seperti apa klu masih nemu orang yg tinggal di rumah reot dan kekurangan
    Sampai2 ga mampu menyekolahkan anaknya.Miris……ngedengernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *