Tim Yang Diperintahkan Walikota Tangerang Ungkap Penyebab Meluapnya Air di Sungai Leduk

KOTA TANGERANG, LINTAS24NEWS.com – Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menugaskan tim untuk menelusuri penyebab meluapnya Kali Ledug hingga merendam tiga perumahan di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Penelusuran itu dilakukan dengan menyusuri sepanjang aliran Kali Ledug sampai Sungai Cirarab dan berakhir di Pintu Air Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Senin (22/2/2021).

Hasilnya, tim menemukan terdapat gangguan pada aliran Sungai Cirarab di wilayah Kabupaten Tangerang. Gangguan di Sungai Cirarab ini diduga menyebabkan air Kali Ledug terhambat mengalir ke hilir.

Tim yang ditugaskan yakni, Asisten Daerah (Asda) III Sekretariat Daerah Kota Tangerang Engkos Zakarsih, Kepala Seksi Tata Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Mahfudin dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Periuk Syahrial.

Baca juga:  Cegah Penyebaran Covid-19, Kapolresta Tangerang Pimpin Ops Penyekatan Massa Simpatisan ex FPI

Kepala BPBD Damkar Periuk Syahrial menuturkan, gangguan mulai terlihat di bawah Jembatan Kotabumi. Di sana tim melihat aliran sungai terhambat akibat banyaknya halangan seperti batang pepohonan yang tumbang, tumpukan karung limbah, eceng gondok sampai diokupasinya bantaran kiri dan kanan sungai oleh pohon-pohon pisang.

“Banyak ditemukan halangan dari pohon-pohon yang tumbang ke sungai diantaranya pohon petai, pohon nangka, rerumpunan bambu bahkan ditemukannya tumpukan karung limbah batu bara. Bahkan di sisi kiri dan kanan sungai terdapat banyak pohon pisang dan tumpukan eceng gondok,” kata Syahrial.

Menurutnya, pemandangan itu terlihat sepanjang 500 meter, mulai Jembatan Kotabumi sampai di belakang Kawasan Industri Akong, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Baca juga:  Ribuan Pawai Obor Ikut Warnai Festival Maulid 2022 Kota Tangerang

Kemudian, lnjut Syahrial, di Pintu Air Sarakan, diperoleh informasi dari petugas jaga bahwa satu dari tujuh pintu yang ada dalam kondisi rusak dan tidak berfungsi. Kondisi ini menyebabkan pintu tak bisa dibuka.

“Menurut petugas Pintu Air Sarakan, kondisi itu sudah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten. Informasinya, peralatan untuk perbaikan sudah disiapkan oleh kontraktor dan tinggal proses pemasangannya saja. Tetapi banjir sudah keburu datang,” jelas Syahrial. (Red/Bantenpro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *