Tangerang, Lintas24News.com — Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kota Tangerang menjadi momentum bagi Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri, untuk mendorong penguatan toleransi dan gotong royong di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut digelar di DPD PKS Kota Tangerang, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman RT 002/RW 004, Babakan, Kecamatan Tangerang, itu diikuti sekitar 160 peserta. Sosialisasi membahas pentingnya memahami sekaligus menerapkan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Empat Pilar yang disampaikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.

Habib Idrus mengatakan, nilai-nilai Empat Pilar perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Menurutnya, toleransi, gotong royong, serta sikap saling menghormati menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan sosial di tengah keberagaman masyarakat.

“Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi pedoman bersama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan mengamalkan Pancasila, menaati konstitusi, menjaga keutuhan NKRI, serta menghargai semboyan Bhinneka Tunggal Ika, kita dapat merawat persatuan Indonesia,” ujar Habib Idrus Salim Aljufri.

Ia menilai keberagaman Indonesia merupakan bagian dari kehidupan bangsa yang perlu dikelola dengan sikap terbuka dan saling menghargai. Perbedaan latar belakang suku, agama, budaya, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Karena itu, Habib Idrus mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong mulai dari lingkungan terdekat. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama dan kesediaan untuk bekerja sama dapat memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat.

“Perbedaan merupakan kenyataan yang melekat dalam kehidupan bangsa Indonesia. Perbedaan harus kita kelola dengan sikap saling menghormati agar menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai relevansi nilai-nilai kebangsaan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Antusiasme terlihat dari keikutsertaan sekitar 160 peserta sepanjang kegiatan berlangsung.

Sosialisasi Empat Pilar tersebut diharapkan dapat memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus mendorong masyarakat menerapkan nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui penerapan nilai-nilai tersebut, masyarakat diharapkan dapat turut menciptakan lingkungan sosial yang rukun serta menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. (*)