Siswa SMPN 4 Sepatan Nyaris Putus Sekolah Karena Tak Punya Hp, Ini Tanggapan Muspika Kecamatan Sepatan

LINTAS24NEWS.COM – Baru-baru ini salah seorang Siswa bernama lengkap Kurnia Karno yang duduk di kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Sepatan, jadi bahan perbincangan. Pasalnya, siswa tersebut dikabarkan putus sekolah karena tidak memiliki Handphone (Hp) untuk mengikuti kegiatan belajar daring. Hingga mengetuk hati M Nawa Said Dimyati, seorang Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten dengan memberikan bantuan sebuah Hp dan uang tunai.

Banyak anggapan miring mengalir dari berbagai elemen masyarakat atas kondisi Kurnia Karno yang tampak memprihatinkan itu, kemana para muspika setempat. Yang tak lain, pimpinan pemerinahan diwilayah tak jauh dari tepat tinggal siswa yang memilih putus sekolah karena tidak memiliki Hp.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Sepatan AKP. I Gusti Moh Sugiarto mengaku, siswa SMP bernama Kurnia Karno, cukup terdengar gaduh di group-group WhatsApp khususnya yang ada diwilayah Sepatan. “Saya selaku Kapolsek mengamati dan mencermati mengenai Kurnia Karno yang kategori nya dia putus sekolah karena tidak punya handphone cukup gaduh di group-group WhatsApp,” katanya. Sabtu (27/2/2021), saat ditemui diruangan kerjanya.

I Gusti mengungkapkan, merasa terkejut dengan adanya kabar yang beredar tersebut. Ia melakukan kroscek langsung mencari informasi, serta berterimakasih kepada rekan-rekan Paseba Tangerang Utara yang ikut membantu melakukan penelusuran mencari fakta.

Baca juga:  Dukung Hunian Layak, Pemkab Tangerang Dukung Renovasi RTLH di Desa Ketapang Mauk

“Hasil kroscek yang saya cermati, Kurnia Karno putus sekolah bukan murni karena handphone. Akan tetapi, dia broken home (retaknya struktur keluarga karena salah satu orangtua gagal menjalankan peran mereka karena perceraian_red) sehingga memilih mengikuti kemauan kakeknya untuk mesantren,” terang I Gusti.

Baca Juga: Royani Tetap Bertahan Dirumahnya Meski Kondisi Atapnya Rusak

Beranggapan berhenti sekolah karena tidak memiliki Hp, kata Kapolsek melanjutkan, itu kurang tepat. Pihak sekolah sudah menyediakan sarana belajar untuk siswa yang tidak memiliki handphone. Kurnia Karno sendiri sudah dibujuk untuk datang ke sekolah didampingi oleh guru pengajar.

Lebih lanjut kata I Gusti, Polsek Sepatan juga telah menyediakan satu ruangan untuk para siswa yang memerlukan pembelajaran daring, lengkap dengan makan dan minum disediakan.

“Sebelumnya, sudah berjalan sekitar 17 orang, diantaranya dari SMPN 1, dari Pilar Bangsa, dan ada juga dari SMAN 11 Sepatan. Setelah tahun baru ini, mereka tidak ada yang datang, mungkin sudah memiliki handphone sendiri untuk belajar daring,” ujarnya.

Baca juga:  Diduga Palsukan Surat Tanah, Kades Salembaran Jati Dilaporkan Ke Polisi

Baca Juga: Lantik Pejabat Pengawas, Kakanwil Ingatkan Jajarannya Untuk Selalu Layani Masyarakat Dengan Baik

Karena keterbatasan informasi, I Gusti menegaskan, pihaknya akan merespon dan menindaklanjuti kalau ada informasi seperti itu. “Kami bersama personil kalau ada sesuatu diwilayah hukum kami, jika ada temen-temen yang memiliki informasi tolong kasih tahu, insyaallah akan kami tindak lanjuti,” tegas Kapolsek.

Terpisah, Camat Sepatan Dadang Sudrajat, mengaku baru tahu hal itu setelah ramai diperbincangkan di media masa. Dan pihaknya langsung mencari informasi kebenaran berita tersebut.

“Inilah keterbatasan kita, kita tidak tahu kalau tidak ada yang memberikan informasi. Setelah kita cari tahu dari pihak sekolah, bahwa siswa itu tidak dikeluarkan, dan kalaupun terkendala saat mengikuti proses belajar menggunakan HP, siswa tersebut sudah disuruh untuk datang langsung ke sekolah,” ujarnya.

Baca Juga: Peringati Milad Ke-1, Paseba Tangerang Utara Gelar Kegiatan Gebrak Masker Di Oja Sepatan

Disisi lain kata Dadang, ada keinginan sang kakek untuk mendidik cucunya dengan menimba ilmu agama dengan menaruhnya di pondok pesantren. “Kakeknya menginginkan cucunya belajar ilmu agama, dan sudah dilakukan dua bulan ini dengan mesantren,” terang Dadang.

Baca juga:  Polsek Sepatan Polres Metro Tangerang Kota Bersama Puskesmas Gelar Vaksin Boster

Dadang selaku Camat Sepatan menyadari, persoalan pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk dirinya. Kalaupun kedepannya terjadi hal yang serupa, lebih kepada mencarikan solusi terbaik.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua, Selain pendidikan juga banyak hal-hal lain yang masih perlu kita kerjakan bersama dan kita doakan saja agar Kurnia Karno menjadi anak yang berhasil kelak,” tutupnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *