Banten  

Polres Cilegon Gelar Press Conference permintaan maaf Insiden PosPam Ciwandan

LINTAS24NEWS.com – Pengemudi mobil bersama penumpang yang sempat viral di media sosial (Medsos) pada Minggu (16/5/2021) memaki petugas pos PAM saat hendak menuju arah Anyer saat diminta memutar balik.

Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono mengatakan menyikapi tentang video viral pada Minggu sekitar pukul 10.30 siang, teman-teman semua sudah mengetahui di pos PAM Jalan Lingkar Selatan (JLS) Ciwandan.

“Ada insiden pada saat Polres Cilegon Polda Banten saat melaksanakan operasi ketupat Maung 2021 secara terintegrasi, artinya ada Kepolisian, TNI, Dishub, Tim Kesehatan dan Damkar untuk melakukan operasi kemanusiaan dalam rangka mengendalikan covid-19 serta dalam rangka mengamankan kegiatan masyarakat,” terang Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono, saat gelar press release, Senin (17/5/2021).

Baca juga:  Banten Keluar Zona Merah, Wagub Andika Apresiasi TNI/Polri, Pemda dan Warga

“Dan dari pemerintah ada perintah untuk meniadakan mudik dalam operasi kemanusiaan Kali ini dan seperti kita ketahui ada instruksi Gubernur Banten tentang penutupan tempat wisata maka dilakukanlah Penyekatan,” tambah AKBP Sigit.

Tentunya kata Sigit melanjutkan, hal itu belakangan banyak kejadian-kejadian dinamis seperti di Ciwandan adanya pengemudi Vios seorang pria dan wanita pada saat dilakukan pemeriksaan melakukan tindakan dan mengeluarkan kata-kata yang secara norma kemasyarakatan menurut para netizen tidak pantas.

“Untuk itu kami dari Polres Cilegon melaksanakan pengumpulan fakta dan data untuk menyusun rangkaian kejadian di JLS tersebut, sehingga kami meminta in keterangan kepada 4 orang petugas termasuk pengemudi dan seorang wanita yang setelah diperiksa adalah istri seorang pengemudi tersebut,” tegas Sigit.

Baca juga:  Hanya 1 Jam, Satresnarkoba Polres Cilegon Ungkap Penyalahgunaan Narkotika Jenis Tembakau Gorila

“Kami mendapatkan keterangan bahwa suami-istri ini tinggal di Serang akan berangkat ke kecamatan Carita kabupaten Pandeglang. Yang bersangkutan menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada petugas dan membuat Surat pernyataan,” Tutup AKBP Sigit. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *