Lestarikan Budaya Amaliyah Ahlussunah Wal Jamaah PAC IPNU IPPNU Curug Adakan Lomba Tahlil

LINTAS24NEWS.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten berupaya menghidupkan tradisi NU dengan perlombaan Tahlil. Lomba yang dikemas dalam rangka memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Kegiatan yang diikuti peserta dari kalangan pelajar berasal dari Kecamatan Curug dan dari luar Kecamatan Curug dilaksanakan di Pondok Pesantren Roudlatudzzahro, Kampung Pabuaran, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Minggu (13/11/21).

Ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Kecamatan Curug sekaligus selaku panitia mengatakan, lomba yang berlangsung ini agar bisa menjadi motivasi untuk semua kalangan agar melestarikan tradisi amaliyah Tahlil yang sudah ditradisikan oleh para ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Baca juga:  Bikers Peduli, Distribusikan Oksigen dan Disinfektan ke Puskesmas

“Kita berharap bisa menjadi motivasi untuk semua kalangan, agar selalu menjaga kelestarian tradisi Tahlil yang dilakukan para ulama khususnya ulama Ahlussunnah Wal Jamaah,” kata Iip, di Pondok Pesantren Roudlatuzzaroh, Minggu (13/11/21) seusai acara.

Menurut Iip warga dan tokoh masyarakat Kampung Pabuaran, menyambut dan mengikuti kegiatan tersebut. Hal ini bisa dilihat dari hadirnya para ustadz dan kiayi pengurus MWC NU Kecamatan Curug mendukung penuh kegiatan lomba ini yang diadakan oleh PAC IPNU IPPNU Kecamatan Curug.

Dalam kesempatan lain Pimpinan Pondok Pesantren Roudlatuzzaroh, Ustadz Ifa Fathul Muiz. Spd.I M.Sos, menuturkan, sangat apresiasi dan mendukung atas kegiatan perlombaan tahlil tersebut.

Baca juga:  Menyambut HUT RI ke 77, Ratusan Masyarakat Kecamatan Sepatan Ikuti Acara Coulorrun

“Saya mengapresiasikan setinggi-tingginya dan sangat mendukung atas kegiatan seperti ini, semoga bisa dilaksanakan bukan hanya di Kecamatan Curug namun berlanjut ketingkat Kabupaten atau juga tingkat Provinsi,” tuturnya.

“Karena ini sangat penting untuk generasi berikutnya dalam melestarikan amaliyah Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdhiyyah,” sambungnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *