Berita  

Konsumsi Hexymer dan Tramadol Berlebihan Bikin Perilaku Jadi Agresif

Tramadol
Petugas gabungan periksa toko penyedia kosmetik kecantikan yang menjual bebas hexymer dan tramadol, di Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang. FOTO: Dokumentasi Kantor BPOM Cabang Kabupaten Tangerang.

LINTAS24NEWS.com, TANGERANG – Penyalahgunaan obat keras hexymer dan tramadol dengan mengonsumsi secara berlebihan dapat mempengaruhi mental dan perilaku yang cenderung agresif.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Cabang Kabupaten Tangerang Sony Mughofir.

“Cenderung agresif, di antaranya menjadi mudah berhalusinasi dan memiliki perilaku yang bersifat atau bernafsu menyerang. Itu karena hexymer dan tramadol berkerjanya di sistem saraf pusat. Sama dengan psikotropika,” katanya kepada wartawan, Kamis, 26 Januari 2023.

Menurut Sony, penjualan hexymer dan tramadol secara bebas tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun dan harus ditertibkan.

Ia mengatakan, bila warga ikut berperan aktif dalam menolak keberadaan para penjual hexymer dan tramadol, akan membantu mengurangi penyebaran penyalahgunaan obat-obat keras tersebut.

Baca juga:  Dengan Tema Malam yang Penuh dengan “Bintang” Tahun Baru di Fame Hotel Jadi Pilihan yang Rekomended untuk Anda

“Terutama, dari unsur seperti tokoh, ulama, kepala desa, kepala dusun, ketua RW, dan ketua RT. Kalau unsur-unsur ini berperan aktif maka akan membantu mengurangi penyebaran penyalahgunaan hexymer dan tramadol,” ujarnya.

Terlebih, lanjut dia, mengingat petugas internalnya masih terbatas, sehingga pihaknya hanya mampu menertibkan yang dilakukan secara terjadwal setiap dua kali dalam sebulan.

“Jadi, salah satu upaya memberantas gengster ataupun perilaku agresif gengster, yakni memberantas kios obat yang menjual bebas hexymer dan tramadol. Selain faktor antara lain, faktor pendidikan, agama juga sangat berperan membentuk karakter remaja,” ucapnya.

Sony pun berharap, peristiwa keji ala gengster di Kabupaten Tangerang yang belum lama terjadi adalah yang terakhir kalinya.

Baca juga:  Warga Desa Kohod Kabupaten Tangerang Hadang Alat Berat Ada Apa?

(Ibong/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *