Banjir Di Kampung Gaga Karena Faktor Rob Musiman, Kadesnya Kena Sentil Karena ini

LINTAS24NEWS.com – TANGERANG, Banjir yang melanda Kampung Gaga Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluknaga terkuak akibat sejumlah faktor, antara lain banjir rob musiman dan curah hujan yang cukup tinggi pada beberapa bulan kebelakang.

Demikian hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Bambang Sapto, Kamis (17/2/2022).

Menurut Bambang Sapto, banjir rob musiman dan curah hujan yang cukup tinggi, terlebih tidak maksimalnya fungsi drainase, juga sebagai penyebab air tergenang hingga ke pemukiman warga selama 3 bulan.

“Banjir 3 bulan karena sejumlah faktor, antara lain curah hujan dan banjir rob musiman. Ada juga indikasi ketidaklancaran drainase,” ujar Bambang Sapto.

Baca juga:  HUT RI ke 77 di Kecamatan Sukadiri Gelar Tournamen Bulu Tangkis Pada Kejuaraan Camat Cup

Untuk menyelesaikan banjir tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata Bambang akan membuat tandon, tanggul, normalisasi kali, pembuatan pintu air dan penyediaan mesin pompa air.

“Teknis detail mungkin DBMSDA yang ikiut menganalisa dan mitigasi banjir tersebut,” tandasnya.

Sementara, Ketua Perkumpulan Jurnalis Pantura Tangerang (PJPT) Zakky Adnan saat melakukan penelusuran bersama tim mendapat kesimpulan, berdasarkan temuannya, banyak sampah yang menyumpel di kali di dekat pemukiman warga. Serta kali di lokasi tersebut sudah mengalami pendangkalan.

“Itu saya lihat bersama Ketua BPD dan Ketua RT-nya, yang wilayahnya terdampak banjir disebabkan saluran air yang mampet karena sampah-sampah dan dangkal. Sehingga aliran air kali tidak maksimal,” terangnya.

Baca juga:  Angin Kencang Dan Ombak Besar di Pantai Utara Tangerang Menyebabkan Banjir

Kendati demikian, Zakky berujar, banjir di Kampung Gaga, RT 05/03 dan RT 06/03, sudah semakin menyurut dengan membuat rekayasa sodetan dan memperbaiki saluran air yang sempat tidak lancar karena sampah.

“Alhamdulillah kami terjun melihat fakta di lapangan sudah semakin surut dengan dilakukan penyodetan dan memperbaiki saluran air akibat sampah sehingga air mengalir,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia mengatakan, pencegahan musibah banjir menjadi kewenangan bersama, mulai dari warga setempat sampai tingkat desa, mengingat pentingnya menjaga lingkungan.

“Pemerintah desa setempat belum memfasilitasi tempat-tempat penampungan sampah yang terkelola di pemukiman warga. Desa juga baru punya satu gerobak sampah dengan satu tenaga kerjanya. Semoga kedepannya kepala desa dapat manfaatkan APBDesa untuk membuat tempat pembuangan sampah dan memaksimalkan alokasi penanggulangan bencana,” pungkasnya. (Ibg/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *