Berita  

Akan Bentuk Satgas, Disdik Kabupaten Tangerang Komitmen Ciptakan Sekolah Nyaman dan Aman

Disdik
Rapat koordinasi Dinas Pendidikan dalam peningkatan iklim keamanan sekolah dasar (SD) bersama perangkat daerah, BNK, P2TP2A Kabupaten Tangerang.

LINTAS24NEWS.com, TANGERANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang menggelar rapat koordinasi peningkatan iklim keamanan sekolah dasar (SD) dari bahaya perundungan NAPZA dan Kekerasan seksual.

Rapat Koordinasi ini digelar, sebagai bentuk komitmen Disdik Kabupaten Tangerang guna menciptakan pendidikan yang nyaman dan aman bagi peserta didik dilingkungan sekolah.

“Data rapor pendidikan iklim keamanan SD di Kabupaten Tangerang pada Tahun 2021 menunjukan nilai indeks rasa aman, perundungan, hukuman fisik, kekerasan seksual, dan narkoba dengan nilai 2,25 pada skala 3 (Sebutan AMAN),” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, di Ruang Aula Bola Sundul Gedung Usaha Daerah Kabupaten Tangerang, Jumat (19/5/2023).

Baca juga:  Dinsos Kab Tangerang Melalui Pemdes Kedung Dalem Salurkan Bantuan Kursi Roda

Rapat tersebut turut dihadiri Perangkat Daerah terkait, BNK Kabupaten Tangerang dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Tangerang.

Dadan Gandana mengatakan, keamanan bangunan satuan dapat berjalan dengan baik jika ketersediaan fasilitas diiringi dengan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dibuat bersama antara pihak sekolah dan orang tua sesuai dengan kebutuhan setiap satuan pendidikan serta dipahami dan dilaksanakan dengan baik.

“Kekerasan terhadap anak adalah tindakan atau perlakuan yang menyakitkan, dan membahayakan anak, baik secara fisik, emosional, sosial dan/atau seksual sehingga tumbuh kembang anak terganggu. Kekerasan terhadap anak dapat terjadi secara langsung maupun online,” jelasnya.

Baca juga:  IPSI Gelar Acara Pelantikan, Camat Rajeg Patoni: Selamat Kepada Pengurus Baru 2023-2027

Pelaku pelecehan dan kekerasan pada anak berasal dari siapa saja, seperti kerabat dekat dan guru. Oleh karena itu, guru dan orang tua perlu menguasai pengetahuan tentang kekerasan terhadap anak agar dapat menghindari perilaku tersebut.

Dia menyatakan tahun ini pemerintah daerah akan membentuk satuan tugas pada tingkat sekolah, melakukan sosialisasi yang massif kepada guru dan orang tua tentang bahaya perundungan, hukuman fisik, pelecehan/kekerasan seksual, dan napza serta menggalakan kembali program dokter kecil pada sekolah.

(Adi/rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *