Palembang, 29 November 2025 – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan gaya hidup berkelanjutan yang ramah lingkungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang terus mendorong terciptanya perjalanan yang lebih hijau, aman, dan bertanggung jawab. Melalui kampanye “Jangan Lupa Bawa Tumbler” serta imbauan kewaspadaan terhadap barang bawaan, KAI Divre III Palembang memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi yang nyaman sekaligus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah nyata KAI dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta menumbuhkan budaya perjalanan yang disiplin dan penuh kesadaran.

Manager Humas PTKAI Divre III Palembang Aida Suryanti menjelaskan sebagai dukungan nyata, sejumlah stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh di wilayah Divre III Palembang telah dilengkapi fasilitas Water Station, yaitu di Stasiun Kertapati dan Lubuklinggau, selanjutnya secara bertahap seluruh stasiun keberangkatan penumpang dilengkapi fasilitas Water Station. Melalui fasilitas ini, pelanggan dapat mengisi ulang air minum secara mandiri menggunakan tumbler pribadi sebelum naik kereta. Selain lebih hemat dan praktis, pengisian ulang ini membantu mengurangi sampah botol plastik yang kerap menjadi masalah lingkungan.

Baca juga:  Customer Service Lebih Efisien dengan Helpdesk CRM dari Barantum

Selain mengajak pelanggan berperilaku ramah lingkungan, KAI juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan pelanggan terhadap barang bawaan pribadi. Sesuai ketentuan, kehilangan atau kerusakan barang menjadi tanggung jawab penumpang sehingga tidak terdapat dasar pengajuan ganti rugi kepada KAI apabila terjadi kehilangan.

Untuk memberikan dukungan optimal, KAI Divre III menyediakan layanan Lost and Found di setiap stasiun naik turun penumpang. Petugas akan mencatat, menyimpan, dan mengamankan barang temuan hingga diambil kembali oleh pemiliknya. Barang temuan dapat diambil melalui Pos Pengamanan Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi dan Lubuklinggau.

Sepanjang Semester I tahun 2025, layanan Lost and Found Divre III mencatat 33 barang senilai total Rp.78.409.000 milik penumpang tertinggal baik di stasiun maupun di dalam kereta, dan telah dikembalikan dengan prosedur List and Found, data ini menunjukkan perlunya edukasi berkelanjutan agar penumpang selalu memastikan kelengkapan barang bawaan sebelum meninggalkan kereta maupun stasiun.

KAI menerapkan mekanisme penanganan barang hilang yang terstruktur dan mudah diakses pelanggan:

Baca juga:  LSPR hadir secara Kreatif, Inovatif dan Interaktif dalam Pameran

1. Penumpang melaporkan kehilangan kepada petugas stasiun.

2. Petugas melakukan pengecekan daftar barang temuan di layanan Lost and Found.

3. Jika barang sesuai ditemukan, penumpang dapat mengambilnya dengan menunjukkan identitas dan bukti kepemilikan.

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk membawa tumbler pribadi karena fasilitas Water Station sudah tersedia di stasiun-stasiun keberangkatan. Langkah kecil ini tidak hanya lebih sehat, tetapi juga berkontribusi besar dalam mengurangi sampah plastik. Kami juga mengimbau pelanggan untuk selalu menjaga barang bawaannya. Jika ada barang yang tertinggal, segera laporkan kepada petugas karena KAI memiliki prosedur resmi melalui layanan Lost and Found,” ujar Aida Suryanti.

KAI Divre III mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama mewujudkan perjalanan yang aman, nyaman, dan mendukung kelestarian lingkungan. Membawa tumbler, menjaga barang bawaan, serta mematuhi imbauan petugas merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi kenyamanan bersama. KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan dan mengharapkan dukungan masyarakat untuk menciptakan transportasi publik yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Artikel ini juga tayang di vritimes