Komunitas Ini Tawarkan Penanganan Sampah Kota Tangsel

LINTAS24NEWS.COM – Ditengah berjalannya mematangkan rencana kerja sama penanganan sampah Pemkot Tangsel dan Serang terus berproses, kelompok mengatasnamakan Komunitas Peduli Sampah Tangerang Raya datang ke Balai Kota Tangsel, Selasa (9/3/2021). Mereka datang menawarkan solusi penanganan sampah tanpa harus melibatkan pemerintah daerah lain.

Solusi penanganan sampah itu dituangkan dalam beberapa lembar surat yang ditujukan kepada Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.

Dalam suratnya, Komunitas Peduli Sampah Tangerang Raya menyebutkan solusi yang ditawarkan adalah berdasarkan pengalaman yang pernah diterapkan pada salah satu tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Komunitas ini menyebut inovasi yang diterapkan berhasil mengubah TPA sampah menjadi taman bermain, taman edukasi serta destinasi wisata alternatif namun tetap dapat menampung sampah.

Baca juga:  Rumah di Pakuhaji Tangerang Terbakar, 2 Unit Damkar Dikerahkan Untuk Padamkan Api

Juru Bicara Komunitas Peduli Sampah Tangerang Raya Firmansyah mengatakan, pihaknya yakin solusi yang ditawarkan dapat menangani persoalan sampah di Kota Tangsel.

“Kami mencoba menyampaikan satu gagasan ke Pemkot Tangsel sekaligus mengingatkan bahwa TPA Cipeucang dapat diselamatkan dan dapat direvitalisasi,” kata Firmansyah Selasa (09/03/2021).

Menurut Firmansyah, revitalisasi perlu dilakukan guna memperpanjang usia pemanfaatan lahan TPA Cipeucang. Sehingga, TPA dapat menampung sampah dan mengelolanya dengan tepat.

“Minimal tiga tahun ke depan bisa dimanfaatkan. Bagaimana strategi-strateginya sudah dipaparkan dalam surat yang kami kirim. Pada prinsipnya tim kami siap mempresentasikan, kami yakin karena tim kami punya pengalaman dan sudah ada bukti hasilnya,” kata Firmansyah.

Baca juga:  Pelatihan Smartfarm Academy Peserta Diharapkan Dapat Bertani Dengan Baik Dan Cerdas

Menurut Firmansyah, pihaknya menilai penanganan sampah dengan membuang ke kota lain adalah kebijakan yang kurang tepat. Dari tata kelola pemerintahan daerah, menurut komunitas ini, juga kurang pas.

“Kota Tangsel akan terbebani biaya tambahan karena ada cost yang harus dikeluarkan, seperti pengambilan sampah dari warga ke TPA Cipeucang, kemudian pengiriman dari TPA Cipeucang ke Kota Serang,” ujarnya.

Ketika rencana pola kerjasama antara Pemkot Tangsel dan Pemkot Serang buntu, komunitas ini berpendapat paling tidak Pemkot Tangsel punya alternatif solusi lain. Firmansyah berujar sudah semestinya Pemkot Tangsel memiliki inovasi dengan kondisi sempitnya TPA Cipeucang namun dapat dilipatgandakan daya tampungnya sehingga mampu memenuhi kebutuhan.

“Mungkin banyak sudah terobosan-terobosan yang ditawarkan ke Pemkot Tangsel, tapi belum terakomodir. Nah kami di sini, tidak bermaksud mengajukan anggaran, kami hanya ingin berbagi pengalaman dan melakukan pendampingan dalam penerapannya di TPA Cipeucang,” ujar Firmansyah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *