Berita  

Beredar video Jembatan Kalibaru Ditutup, ini Penjelasan Kapolsek Pakuhaji

LINTAS24NEWS.com, TANGERANG – Beredar sebuah Video di media sosial group WhatsApp bahwa Jembatan Pelangi Kalibaru yang menjadi penghubung antara Kecamatan Pakuhaji dan Kecamatan Teluknaga pada Selasa, 19 Maret 2023.

Jembatan tersebut menjadi penghubung sekaligus pembatas kedua kecamatan itu. Jika dihitung dari batasannya, Pakuhaji hanya memiliki panjang 1 meter, sementara sisanya masuk ke wilayah Kecamatan Teluknaga.

Dalam video berdurasi 29 detik tersebut terlihat seseorang merekam suasana di Jembatan Pelangi Kalibaru dan mengarahkan kamera rekaman ke arah temannya sembari berbincang dengan nada becanda. Keduanya menyebut bahwa Jembatan roboh sudah tidak bisa dilalui mobil dan motor.

“Tidak bisa dilalui,” ungkap si perekam video, sembari bertanya ke temannya “Bang Minir, gimana Bang Minir,” tanya si perekam video.

Baca juga:  Warga Resah Adanya Pengolahan Sampah, Kades Pangkalan Teluknaga: Sudah Berulang Kali Ditutup

“Oh ini jembatan rubuh, ini jembatan rubuh ini udah, ga bisa dilewatin motor. Jangankan mobil, motor juga ga bisa lewat ini, mana mau lebaran jembatan rubuh, kalau begini mah harus ada cadangan jembatan,” kata rekannya yang disebut Bang Minir menimpali temannya yang merekam video.

Fakta sebenarnya diungkapkan Kapolsek Pakuhaji AKP I Gusti Moh Sugiarto, bahwa pihaknya membenarkan kejadian dalam video tersebut. Akan tetapi, narasi yang disampaikan bahwa jembatan sudah tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat itu tidak benar, karena penutupan itu hanya bersifat sementara.

“Tolong jangan memberikan informasi yang tidak benar kepada publik, jadi sebenarnya jembatan itu kemarin lagi di perbaiki bawahnya, karena bantalan bawahnya merosot, selama diperbaiki jembatan harus ditutup, setelah itu dibuka kembali,” kata I Gusti.

Baca juga:  Gelar Musrenbang Tingkat Kecamatan, Camat Mauk Arif: Tingkatkan SDM Yang Berkualitas

I Gusti menegaskan, kondisi jembatan saat ini dalam keadaan baik, masih bisa dilalui baik motor dan mobil. Hanya saja, kendaraan besar dengan beban yang berat belum diperbolehkan melintasi jembatan.

“Nyatanya baik-baik saja masih bisa dilalui, cuma kendaraan besar belum bisa,” tegas I Gusti.

Pihaknya meminta kepada semua pihak agar tak menyampaikan informasi yang tidak benar, karena akan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Hingga saat ini, baik Polsek Pakuhaji dan Polsek Teluknaga dibantu personil Polres Metro Tangerang Kota masih melakukan rekayasa lalu lintas agar aktivitas berkendara di jalan raya berjalan tertib aman dan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *