Tangerang, Lintas24News.com — Di tengah perjuangannya memulihkan kesehatan setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, Beny, warga Bonang, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, harus menghadapi kenyataan pahit ketika rumahnya roboh akibat dimakan rayap dan tak lagi bisa ditempati. Di tengah situasi sulit tersebut, Abraham Garuda Laksono atau Abe, anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PDI Perjuangan, datang mengunjungi Beny sekaligus menyerahkan bantuan, Rabu (14/10/2026).
Bagi Beny dan keluarganya, persoalan kesehatan kini berjalan beriringan dengan kebutuhan akan tempat tinggal. Setelah keluar dari rumah sakit, Beny masih menjalani rawat jalan. Namun, rumah yang seharusnya menjadi tempat beristirahat dan memulihkan kondisi justru tak lagi dapat dihuni.
Untuk sementara, Beny bersama keluarganya tinggal di rumah kosong milik seorang warga. Di tengah proses pemulihan yang belum tuntas, mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan baru sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mendengar kondisi tersebut, Abe datang untuk melihat langsung keadaan Beny. Dalam kunjungan itu, ia berbincang dengan Beny, mendengarkan persoalan yang dihadapi, serta menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai.
“Ketika kita melihat langsung kondisi masyarakat, kita bisa memahami bahwa persoalan yang mereka hadapi tidak selalu sederhana. Pak Beny sedang berusaha memulihkan kesehatannya, sementara keluarganya juga harus menghadapi persoalan tempat tinggal. Saya berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka,” ujar Abe.
Bagi Abe, melihat kondisi masyarakat secara langsung menjadi bagian penting untuk memahami persoalan yang mereka hadapi. Kunjungan tersebut bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga membuka ruang untuk mendengar dan mengetahui kebutuhan warga di tengah situasi sulit.
Meski demikian, bantuan yang diberikan belum menyelesaikan persoalan tempat tinggal Beny. Kebutuhan akan rumah yang layak masih menjadi pekerjaan yang harus dihadapi keluarga tersebut, sementara pemulihan kesehatan terus berlangsung.
Ketepatan Data Bantuan Sosial Ikut Disorot
Selain persoalan kesehatan dan tempat tinggal, kunjungan Abe turut menyinggung akses Beny terhadap bantuan sosial.
Berdasarkan informasi yang disampaikan warga, Beny tercatat dalam desil 6 sehingga disebut tidak menerima bantuan sembako dan sejumlah bantuan sosial lainnya. Informasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian data kesejahteraan dengan kondisi nyata yang tengah dihadapi keluarganya.
Menanggapi hal itu, Abe menekankan pentingnya pencocokan data kesejahteraan dengan keadaan masyarakat di lapangan. Menurutnya, proses verifikasi dan pemutakhiran data diperlukan agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
“Data kesejahteraan harus terus dicermati agar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Jika ada perubahan keadaan atau informasi yang belum sesuai, perlu ada mekanisme verifikasi dan pemutakhiran data. Dengan begitu, penyaluran bantuan bisa dilakukan secara lebih tepat sasaran,” katanya.
Persoalan yang dialami Beny memperlihatkan pentingnya memastikan bahwa data administratif tetap relevan dengan kondisi masyarakat. Ketika keadaan keluarga berubah, mekanisme verifikasi menjadi penting untuk memastikan informasi yang digunakan dalam penyaluran bantuan tetap akurat. (*)
