TANGERANG, Lintas24News.com — Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Dr. Warsito, M.Si menekankan tiga hal penting kepada 363 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMT, yakni menjaga akhlak, meningkatkan kompetensi, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Warsito saat memberikan sambutan pada acara yudisium FISIP UMT 2026 yang berlangsung di Hotel Narita, Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (20/9/2026).

Sebanyak 363 mahasiswa mengikuti yudisium tersebut. Mereka terdiri atas 292 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dan 71 mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan.

Warsito mengatakan, yudisium bukan menjadi akhir perjalanan pendidikan. Gelar sarjana yang diperoleh justru menjadi awal bagi lulusan untuk mengimplementasikan ilmu dan kompetensi sekaligus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

“Yudisium bukan akhir sebuah perjalanan. Hari ini kalian sudah berhak menyandang gelar akademik sarjana, tetapi bukan akhir dari perjalanan. Justru ini adalah awal untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat,” ujar Warsito.

Adaptif Menghadapi Perkembangan AI

Warsito menyoroti perubahan teknologi yang berlangsung cepat, khususnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus memiliki kemampuan beradaptasi agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman.

“Kalau kalian tidak bisa adaptif terhadap perkembangan ini, akan tertinggal. Karena itu, terus belajar dan siap melakukan perubahan,” katanya.

Ia mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah. Menurutnya, kompetensi harus terus diperbarui sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja.

“Kalau hanya diam dan puas dengan ijazah, maka selesai sudah. Belajar tidak mesti di bangku kuliah. Di mana pun harus dilakukan, karena saat ini yang dibutuhkan adalah orang-orang yang kompeten,” tuturnya.

Akhlak Jadi Bekal Lulusan

Selain kompetensi dan kemampuan beradaptasi, Warsito menekankan pentingnya akhlak dan karakter.

Ia meminta lulusan UMT tetap menjaga nilai-nilai Al-Islam di mana pun berada serta mampu menunjukkan perilaku yang baik ketika memasuki lingkungan profesional dan masyarakat.

Menurut Warsito, kecerdasan intelektual tidak cukup menjadi bekal menghadapi kehidupan setelah lulus.

“Jangan hanya mengandalkan otak, tetapi juga hati,” ujarnya.

Ia berharap lulusan FISIP UMT mampu menggabungkan kompetensi akademik dengan karakter dan akhlak sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi lingkungan.

Lulusan Didorong Jadi Inovator

Warsito juga mendorong lulusan agar tidak sekadar menjadi bagian dari masyarakat, tetapi mampu memberikan dampak positif melalui gagasan dan karya.

Ia berharap alumni UMT dapat menjadi inovator di tengah masyarakat.

“Kami berharap lulusan UMT jangan menjadi benalu, tetapi menjadi inovator di tengah masyarakat. Itu ciri insan Muhammadiyah, di mana pun berada selalu menerangi,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan lulusan setelah meninggalkan kampus juga tidak terlepas dari dukungan orang-orang yang selama ini berada di belakang mereka.

Karena itu, Warsito meminta para lulusan tidak melupakan doa orang tua. Bagi mereka yang telah memiliki pasangan, ia juga mengingatkan pentingnya meminta doa dan dukungan pasangan.

“Setelah selesai hari ini, jangan lupa meminta doa orang tua. Yang sudah punya pasangan, minta juga doa pasangan,” ujarnya.

Warsito turut mengingatkan para lulusan untuk tetap menghargai kontribusi jajaran struktural FISIP dan para dosen yang telah mendampingi proses pendidikan mereka.

Ia berharap 363 lulusan FISIP UMT dapat membawa ilmu, kompetensi, akhlak, dan semangat belajar untuk menghadapi perubahan zaman serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Setelah selesai dari UMT, saya berharap semuanya sukses,” pungkasnya. (*)