LINTAS24NEWS.COM — PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang mengukuhkan pengurus ranting dan anak ranting di Dapil VI dengan fokus memperkuat struktur partai dan memenangkan Pemilu 2029. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi di empat kecamatan untuk memastikan mesin politik partai bergerak hingga tingkat akar rumput.
Pengukuhan pengurus dilakukan langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, Irvansyah Asmat, dalam agenda Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Dapil VI di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan struktur partai dari empat kecamatan, yakni Kelapa Dua, Legok, Pagedangan, dan Cisauk. Sebanyak 34 ranting dengan total 258 peserta mengikuti agenda yang dipimpin DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang dan didampingi DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten.
Pengukuhan pengurus ranting dan anak ranting menjadi bagian dari penataan organisasi sekaligus penguatan mesin politik partai di tingkat basis. Para pengurus diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga aktif membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayah masing-masing.
Bagi PDI Perjuangan, ranting dan anak ranting merupakan ujung tombak partai karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Struktur tersebut diharapkan mampu menyerap aspirasi, membaca persoalan warga, serta memperkuat hubungan antara partai dan masyarakat.
Mewakili DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, Bendahara DPC Dicky Setiawan menegaskan pentingnya posisi pengurus ranting dan anak ranting dalam kerja politik partai.
Menurut Dicky, struktur di tingkat bawah memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi bagian penting dari kerja politik para kader legislatif.
“Berbanggalah para pengurus ranting dan anak ranting. Dalam setiap pertemuan para DPRD se-Indonesia, selalu disebutkan oleh Ibu Ketua Umum agar ranting dan anak ranting menjadi bagian yang diperhatikan oleh kami para legislatif,” kata Dicky.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemuda, Pariwisata dan Olahraga DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Abraham Garuda Laksono, meminta pengurus ranting dan anak ranting tidak hanya aktif ketika momentum pemilu tiba.
Menurut Abraham, kader di tingkat basis harus hadir secara konsisten di tengah masyarakat, mendampingi warga dan ikut mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi.
“Para pengurus partai di tingkat ranting dan anak ranting harus terus mendatangi rakyat, mendampingi dan memecahkan masalah rakyat di tingkat basis sebagai kepanjangan partai,” ujarnya.
Politisi generasi Z yang juga anggota DPRD Provinsi Banten tersebut mendorong kader untuk terus belajar dan memperkuat semangat perjuangan yang menjadi identitas PDI Perjuangan.
“Terus belajar dan berjuang untuk bisa mewarisi api semangat perjuangan Bung Karno untuk menuju kemenangan 2029,” katanya.
Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang sekaligus Pengampu Dapil VI, drg. Huga Sekar Arum MM MARS, menyebut konsolidasi tersebut sebagai langkah awal untuk menata kekuatan partai di wilayah pemilihan tersebut.
Huga menilai penyelesaian struktur kepengurusan hingga tingkat kelurahan/desa serta dukuh/RW menjadi modal penting untuk membangun kesiapan organisasi menghadapi kontestasi politik berikutnya.
“Ini langkah awal konsolidasi partai di Dapil VI. Dengan tuntasnya penyusunan pengurus di tingkat kelurahan/desa serta dukuh/RW, PDI Perjuangan harus lebih siap dan berjuang untuk memenangkan Pemilu 2029,” kata Huga.
Ia menegaskan, setelah struktur organisasi terbentuk, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh kader mampu menjalankan fungsi politiknya secara konsisten di tengah masyarakat.
“Selamat bekerja dan berjuang bagi kawan-kawan ranting dan anak ranting,” ujarnya.
Konsolidasi Dapil VI menunjukkan bahwa PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang mulai menyiapkan kekuatan politik menuju Pemilu 2029 melalui penguatan struktur organisasi dari tingkat bawah.
Dengan empat kecamatan, 34 ranting, dan 258 peserta, konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya partai membangun mesin politik yang lebih solid dan terorganisasi.
Setelah pengukuhan, para pengurus dituntut menjaga komunikasi dengan masyarakat, memperkuat kaderisasi, menyerap aspirasi, sekaligus menjadi penghubung antara partai dan berbagai persoalan warga di tingkat basis.
Dengan demikian, fokus memenangkan Pemilu 2029 mulai diterjemahkan melalui kerja organisasi yang dilakukan sejak dini, dengan memperkuat struktur dan memastikan kader hadir secara konsisten di tengah masyarakat. (*)
