Komando Operasi (Koops) TNI Habema kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua. Melalui operasi yang dilaksanakan secara terukur dan berbasis informasi intelijen, pasukan berhasil menguasai sebuah honai yang diduga menjadi lokasi transit kelompok bersenjata TPNPB-OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya. Keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya mencegah potensi ancaman keamanan sebelum membahayakan masyarakat.
Operasi tersebut diawali dengan rangkaian pengumpulan informasi, pengamatan lapangan, dan proses verifikasi yang dilakukan secara cermat. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah serta mengutamakan keselamatan masyarakat, sehingga operasi dapat berjalan secara profesional, selektif, dan terukur.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna , S.H, M.Si, mengatakan, operasi dilakukan setelah aparat memperoleh informasi mengenai dugaan rencana aksi bersenjata dan aktivitas konsolidasi kelompok tersebut di wilayah Intan Jaya. “Kami tidak bergerak karena dugaan semata. Setiap langkah diawali dengan pengintaian, verifikasi, dan analisis yang matang agar tindakan yang diambil benar-benar tepat sasaran. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tetap aman dan dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang.”
Dalam operasi tersebut, pasukan mengamankan satu pucuk senjata api organik jenis Lee Enfield kaliber 7,62 mm, dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, satu pucuk senapan angin dalam kondisi terbongkar, sejumlah munisi, serta berbagai perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan Koops TNI Habema dalam memutus potensi ancaman bersenjata sejak dini. Pengamanan terhadap senjata dan perlengkapan yang ditemukan di lokasi diharapkan dapat mencegah penyalahgunaannya dalam aksi kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat di Intan Jaya dan wilayah sekitarnya.
M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari barang bukti yang berhasil diamankan, tetapi juga dari kemampuan aparat menjaga situasi tetap kondusif tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat sipil. “Setiap tindakan dilakukan secara profesional, berdasarkan informasi yang valid, serta selalu mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.”
Di saat yang sama, Koops TNI Habema kembali mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan untuk menghentikan aksi kekerasan dan memilih jalan damai. Negara tetap membuka ruang bagi siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui mekanisme yang bermartabat, sesuai ketentuan hukum, dan mengedepankan rekonsiliasi.
Bagi TNI Habema, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari senjata yang berhasil diamankan, tetapi dari rasa aman yang kembali dirasakan masyarakat. Harapan terbesar adalah agar anak-anak dapat belajar tanpa rasa takut, masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, dan kehidupan di Tanah Papua terus berjalan dalam suasana damai dan aman.

