LINTAS24NEWS.com – Memasuki hari ketujuh kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, upaya pemadaman terus digencarkan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, mengungkapkan bahwa kondisi kebakaran menunjukkan perkembangan positif dengan api yang masih menyala kini hanya tersisa sekitar 3,5 persen dari total area yang terbakar.

Menurut Ujat, pemadaman titik-titik api yang sulit dijangkau dibantu dengan metode water booming dari udara. “Alhamdulillah, kami dibantu tim dari Kementerian, Damkar Kabupaten, dan kabupaten/kota lain. Api yang menyala sudah tinggal di bawah 5 persen. Sekarang lebih ke asap-asap kecil yang belum bisa dijangkau oleh tim pemadam,” ujar Ujat saat meninjau lokasi bersama Bupati Tangerang, Senin, 6 Juli 2026.

Hingga hari ini, tiga unit helikopter telah dikerahkan untuk water booming, dan satu unit lagi direncanakan bergabung besok untuk mempercepat proses pendinginan.

Kendala di Lapangan: Bahaya Longsor dan Cuaca Panas

Meski progres terbilang baik, petugas masih menghadapi sejumlah kendala signifikan:

1. Risiko longsor sampah – Petugas kesulitan masuk ke area terdalam karena tumpukan sampah yang lapuk dan berpotensi ambles.

2. Cuaca panas ekstrem – Suhu tinggi mempengaruhi efektivitas pemadaman dan memicu percikan api kembali muncul di bawah permukaan sampah.

Kualitas Udara Mulai Normal, Warga Tetap Diimbau Pakai Masker

Hasil pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi yang cenderung aman, meski beberapa parameter sempat melonjak di jam-jam tertentu:

PM 2.5: 46,5 µg/m³ (pukul 00.00) hingga 28,5 µg/m³ (pukul 03.30)

Konsentrasi NO₂ dan SO₂ sempat tercatat tinggi pada dini hari sekitar pukul 04.30

“Secara umum, udara bisa dikatakan aman. Tapi kami tetap imbau warga menggunakan masker karena sewaktu-waktu asap bisa berembus ke pemukiman,” tegas Ujat.

Rencana Jangka Panjang: Kontrol Lahan dan Alat Deteksi Panas

Kebakaran ini menjadi pelajaran berharga bagi Pemkab Tangerang. Ujat mengakui pengelolaan TPA secara konvensional sejak 1993 saatnya dievaluasi.

1. Peralihan ke sistem sanitary landfill – Pemerintah pusat mengarahkan agar semua TPA beralih ke sistem penimbunan terkendali untuk mencegah pencemaran dan kebakaran.

2. Rencana pengadaan alat pemantau citra termal – Ujat mengungkapkan rencana pengadaan alat pendeteksi panas berbasis citra thermal untuk memantau titik panas lebih dini.

“Dengan alat citra thermal, begitu ada titik panas, kami langsung lakukan pencegahan sebelum api membesar. Ini akan lebih efektif ke depan,” jelasnya.

 

Perbaikan Sistem Pembuangan Sementara

Saat ini, pembuangan sampah sementara dialihkan ke area depan TPA. “Situasi darurat memaksa kami menggunakan area depan. Tapi itu hanya sementara. Nanti setelah selesai, akan kami pindahkan kembali ke lokasi yang semestinya,” pungkas Ujat.

Ujat menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga terdampak atas ketidaknyamanan selama kebakaran.

(Rdk)