LINTAS24NEWS.com – Gerakan Pesantren Aman kini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Tmaja, menilai gerakan ini bukan hanya sekadar moralitas, tetapi juga bentuk kelembagaan yang harus dijalankan secara sistematis. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan DP3A, bersama Kementerian Agama, berkomitmen memperkuat program ini agar pesantren benar-benar menjadi ruang aman bagi santri.
Soma Tmaja menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan pesantren bebas dari praktik yang merugikan anak-anak. Dukungan ini diwujudkan melalui:
– Penguatan regulasi: Pemerintah daerah bersama kementerian terkait menyiapkan aturan agar pesantren memiliki standar keamanan.
– Kolaborasi lintas OPD: Dinas Pendidikan, DP3A, dan Kementerian Agama bekerja sama untuk mengawasi dan mendampingi pesantren.
– Pencegahan kekerasan: Program ini diarahkan untuk mencegah bullying, diskriminasi, dan segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
Sekretaris RMI PBNU sekaligus staf khusus Menko PMK, Gus H. Ulun Nuha, menambahkan bahwa gerakan ini sudah memasuki roadshow ke-16. Dalam setiap kegiatan, pemerintah hadir mendukung deklarasi komitmen kyai untuk mewujudkan pesantren aman.
Selain itu, pemerintah juga mendukung pelatihan bagi pengasuh pesantren agar mampu menciptakan lingkungan ramah anak. Pelatihan khusus bagi muslimah, tim media, dan admin pesantren menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan pesantren siap menghadapi tantangan era digital.
Gerakan ini menunjukkan bahwa pesantren tidak berjalan sendiri. Pemerintah hadir sebagai mitra strategis, memastikan bahwa pesantren menjadi lembaga pendidikan yang ramah anak, aman secara kelembagaan, dan didukung regulasi pemerintah.
Dengan sinergi ini, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga ruang tumbuh yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh santri.
(Rdk)

