Site icon lintas24news.com

LSM Soroti Proyek Jalan Cituis-Sukadiri-Jati Gintung Tangerang, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

LINTAS24NEWS.com – Proyek lanjutan rekonstruksi Jalan Cituis–Sukadiri–Jati Gintung yang dikerjakan oleh CV Putra Indah Kredibel dengan nilai anggaran Rp6.265.500.000 dari APBD Kabupaten Tangerang TA 2026 menuai sorotan tajam dari LSM Geram Banten Indonesia DPC Kabupaten Tangerang.

Ketua DPC Kabupaten Tangerang LSM Geram Banten Indonesia, Samsuri, menegaskan pihaknya menemukan sejumlah dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis dalam pelaksanaan proyek rigid beton tersebut. Temuan di lapangan dinilai mengindikasikan lemahnya pengawasan serta berpotensi menurunkan kualitas konstruksi jalan.

“Kami menduga pekerjaan ini tidak sesuai spesifikasi teknis. Hamparan agregat terlihat asal-asalan dan diduga tidak dilakukan pemadatan maksimal. Kalau kondisi dasar jalannya seperti itu, tentu hasil uji CBR sangat patut dipertanyakan,” ujar Samsuri kepada awak media, Jumat (22/5/2026).

Tak hanya itu, Samsuri juga menyoroti ketebalan lapisan B-Nol yang diduga jauh dari standar pekerjaan. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, ketebalan B-Nol disebut hanya berkisar antara 5 hingga 10 sentimeter, padahal seharusnya mencapai 15 sentimeter sesuai spesifikasi teknis.

“Ini yang menjadi perhatian serius kami. Ketebalan B-Nol diduga tidak sesuai volume yang telah direncanakan. Kalau benar hanya 5 sampai 10 sentimeter, jelas sangat mempengaruhi kekuatan struktur rigid beton di atasnya,” tegasnya.

Selain persoalan agregat dan lapisan dasar, Samsuri juga mempertanyakan mutu beton rigid serta meminta pemeriksaan teknis pemasangan besi dowel dan tulangan tengah atau poros jalan. Pemasangan dowel dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kekuatan sambungan rigid beton agar tidak mudah retak atau bergeser.

“Kami meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terkait jarak pemasangan besi dowel, apakah benar dipasang setiap lima meter sesuai ketentuan atau tidak. Begitu juga dengan pemasangan besi tulangan poros tengah yang harus sesuai gambar kerja dan spesifikasi teknis,” katanya.

LSM Geram Banten Indonesia mendesak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang bersama konsultan pengawas agar segera turun langsung melakukan audit teknis terhadap proyek tersebut.

“Kami akan terus mengawal proyek ini agar tidak terjadi dugaan penyimpangan yang merugikan masyarakat maupun keuangan daerah. Transparansi dan kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama,” tutup Samsuri.

(Ibong/rdk)

Exit mobile version