LINTAS24NEWS.com– Forum Masyarakat Peduli Pakuhaji (FOMPPA) mengambil langkah tegas dengan memasang sejumlah baliho dan spanduk di sepanjang Jalan Raya Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap tingginya intensitas kendaraan bertonase besar, khususnya truk pengangkut tanah, yang dinilai menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur jalan.

Pemasangan atribut aksi ini dilakukan di beberapa titik strategis sebagai simbol penolakan warga. Masyarakat menilai kapasitas jalan saat ini tidak mampu menampung beban kendaraan berat yang melintas setiap hari, sehingga mengakibatkan jalan berlubang dan bergelombang.

Koordinator aksi FOMPPA, Mantri Manap, menjelaskan bahwa kondisi jalan tersebut kini sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua. Selain risiko kecelakaan, warga juga mulai mengeluhkan dampak lingkungan yang merugikan kesehatan.

“Saat hujan, jalanan berubah menjadi becek dan licin. Sebaliknya, saat cuaca panas, debu tebal menerpa warga hingga berisiko menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). Ini yang sehari-hari dirasakan oleh masyarakat Pakuhaji,” jelas Manap dalam keterangannya.

Forum Masyarakat Peduli Pakuhaji pasang baliho protes, desak truk tanah berhenti lintasi jalan raya.

Aktivis Pakuhaji, Ibrohim (Ibo), mendesak pimpinan Kecamatan Pakuhaji untuk segera bertindak nyata. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan solusi guna menekan penyebaran penyakit pernapasan akibat debu jalanan yang semakin parah.

Selain memasang baliho, FOMPPA berencana menindaklanjuti aspirasi ini secara formal kepada pemerintah daerah dan dinas terkait. Beberapa tuntutan utama warga meliputi:

  • Pembatasan operasional kendaraan berat di jalur pemukiman.
  • Pengawasan ketat terhadap muatan yang melebihi batas tonase.
  • Percepatan perbaikan infrastruktur jalan agar kembali layak digunakan.

Aksi yang berlangsung tertib ini mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat setempat yang mendambakan akses jalan yang aman, nyaman, dan bebas polusi debu.

(Ibing/Rdk)