Berita  

Kreatifitas Pemuda Desa Marga Mulya Untuk Dongkrak UMKM Kecamatan Mauk

LINTAS24NEWS.com – Masyarakat dalam memajukan pertumbuhan ekonomi melalui UMKM dapat dilakukan beberapa hal, salah satunya yaitu dengan mengembangkan ekonomi kreatif.

 

Di Indonesia bentuk ekonomi kreatif sangat berpengaruh terhadap perekonomian nasional, sehingga dapat membantu masyarakat seluruh Indonesia.

Ekonomi kreatif juga memberikan dampak positif bagi ekspor nasional. Sejak tahun 2010 hingga 2015 telah terjadi peningkatan ekspor yang berasal dari ekonomi kreatif dengan rata-rata sebesar 9,1 persen per tahun.

Dampak positif lainnya yaitu pada penyerapan tenaga kerja yaitu semakin bertambahnya jumlah tenaga kerja yang bekerja di ekonomi kreatif setiap tahunnya.

Sementara itu, Irfan Setiawan salah salah satu warga Kampung Nagrek, Desa Marga Mulya, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, dirinya terjun langsung dalam usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Baca juga:  Kenaikan Stimulan RT/RW Kota Tangerang dinilai Jauh dari Kesejahteraan

Irfan Setiawan juga menyampaikan bahwa hari ini dirinya memperkenalkan kepada pihak Kecamatan Mauk kreatifitas kelompoknya yang terdiri dari 12 anggota yang terdiri dari generasi muda milineal, menciptakan produk dari kerajinan tangannya.

“Alhamdulillah kami bisa bertatap muka langsung dengan Bapak Camat Mauk Arif Rahman dalam acara musrenbang ini, kami memperkenalkan produk hasil kerajinan tangan dari kelompok UMKM kami,” ucapnya kepada lintas24news.com, Selasa (7/2/2023).

Kreatif
Irfan Setiawan dan kelompok bertemu dengan Camat Mauk Arif Rachman dalam rapat musrenbang.

Lanjut Irfan, dari hasil karya kerajinan tangan tersebut, varian harga yang terjangkau oleh para pembeli. Hal itu dilakukan guna melihat perekonomian warga sekitar dan yang lainnya juga agar bisa membeli barang tersebut.

Baca juga:  Kepala BSKDN Harap Lulusan IPDN Kuasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

“Hasil kerajinan kami mulai dari bentuk gantungan kunci, cangkir, perahu dan masih banyak yang lainnya, nah dari masing-masing produk itu berbeda harga mulai dari harga Rp 5.000 hingga 50.000,” ujarnya.

Kendati demikian, Irfan juga mengatakan bahwa bahan baku dari pembuatannya dari batok kelapa, sehingga kelompoknya mudah untuk mencari bahan-bahan baku tersebut.

“Pembuatan itu dari batok kelapa yang terbengkalai, jadi di olah menjadi sebuah produk yang bernilai, dengan ini kami bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat Marga Mulya, tadi kami sudah bertemu dengan Bapak Camat Mauk Arif Rahman, beliau merespon baik dan sangat mengapresiasi para pemuda yang sedang berjuang di UMKM Kecamatan Mauk,” kata Irfan.

Baca juga:  Toko Kosmetik Jual Tramadol di Buaran Jati Mauk Diduga Tanpa Izin, Masyarakat Resah Minta Polisi Tindak

“Semoga UMKM Kecamatan Mauk semakin maju dan sukses, serta sejahtera untuk seluruh masyarakatnya,” imbuhnya.

(Bandi/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *