Berita  

Kesulitan Air, Petani Mengeluh ke Ketua KTNA Sepatan Timur

Kesulitan Air
Ketua KTNA Sepatan Timur Muhamad Obo mendengar keluhan Nasim salah satu petani yang mengaku kesulitan air.

LINTAS24NEWS.com, TANGERANG – Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sepatan Timur Muhamad Obo mengunjungi dan mendengar keluhan petani yang mengaku kesulitan air yang ada di Kampung Malang, RT 01/05 Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/5/2023).

Muhamad Obo mengaku khawatir dengan kondisi pertanian yang ada saat ini, selain lahan yang mulai berkurang, para petani petani juga kesulitan air saat bercocok tanam.

“Terkait irigasi saluran air, jadi sekarang petani merasa berat setiap hari untuk mengairi lahan harus menggunakan diesel dengan merogoh kocek Rp 20 Ribu per hari dikalikan 1 bulan sekitar ya hampir Rp 600 Ribu,” ungkap Ketua KTNA yang akrab disapa Obo.

Baca juga:  Aktivitas Pemerataan Tanah di Kecamatan Balaraja di Hentikan Satpol PP Kabupaten Tangerang

Dikatakan Obo, petani yang ada di Kampung Malang tak ada irigasi yang dapat mengalirkan air masuk ke sana. Dia selaku ketua KTNA Sepatan Timur menginginkan duduk bersama dengan P3A yang ada di Sepatan Timur dan koordinatornya yang ada di Kabupaten maupun di kecamatan.

Kesulitan Air
Ketua KTNA Sepatan Timur Muhamad Obo berbincang dengan Nasim petani Kampung Malang.

“Nanti saya akan berkoordinasi dengan koordinator P3A dan saya pun ingin tahu pengurus-pengurus P3A Sepatan Timur ini karena selama saya menjadi ketua kelompok tani Saya tidak mengenal siapa ketua P3A dan pengurus-pengurusnya yang ada di kesempatan Timur,” terangnya.

Sementara itu, Nasim (50) petani Kampung Malang berharap ada irigasi terdekat sehingga memudahkan mengairi lahan pertaniannya.

Baca juga:  Rumah Yatim Piatu di Kampung Sukadana Kini Dibangun Dengan Dana Swadaya

“Saya berharap ada irigasi yang biasa mengairi lahan pertanian saya, karena saat ini keuntungan saya tipis kalau harus beli air, kalau airnya dapet diesel sama aja kita beli kan harus pake bensin,” pungkas Nasim.

(Adi/rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *