Kantor Kecamatan Sukadiri dapat Kiriman Barang dari OTK, Camat Hapid Imbau agar Berhati-hati

Otk
Seseorang saat tengah kebingungan, mengaku dari sepatan membawa pagar mengaku dipesan oleh pihak Kecamatan Sukadiri, Kamis (23/11/2023)

LINTAS24NEWS.com, TANGERANG – Kantor Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang dibuat gaduh oleh orang tidak dikenal (OTK) yang tak bertanggung jawab.

Terhitung sebanyak tiga kali, ada yang datang mengantar barang material dan ada juga yang hendak mengambil barang material di Kantor Kecamatan.

Menurut penuturan Sukanta anggota Trantibum Kecamatan Sukadiri bahwa memang sudah tiga kali terjadi, pertama datang dengan membawa material bangunan, saat ditanya dipesan orang Kecamatan namun saat dikroscek ternyata tidak ada yang memesan.

“Kejadian ini dah 3 kali sebetulnya, kemaren matrial samping kecamatan juga sama dia ngirim barang kesini katanya mau bikin apa gitu di belakang, ada kayu ada pasir, semen seharga kurang lebih hampir Rp700 ribuan, dibawa kesini, disini gada yang pesan ya buat apa kan, atu kita juga bingung,“ kata Sukanta menceritakan.

Setalah itu, lanjutnya Sukanta, kedua kali nya didatangi orang mengaku dari Desa Rawakidang datang mengendarai mobil pick up, mengaku disuruh orang kecamatan mengambil material bekas bangunan.

Baca juga:  Sukses Gelar MTQ Tingkat Kecamatan Sukadiri, Ustad Hambali: Terimakasih Semua Pihak

“Dari rawakidang juga sama itu kayak gini, dia bawa mobil katanya mau ngambilin matrial bekas bangunan semacam besi atau apa gitu,” ungkapnya.

Kejadian berikutnya datang dari Desa Kayu Bongkok, Kecamatan Sepatan, dengan modua yang sama diminta membawa pagar karena ada pesanan dari orang kecamatan, pada Kamis (23/11/2023).

“Nah ini yang ketiga kali nya, bawa pager pake kendaraan Fukuda katanya disuruh orang kecamatan, ga tau siapa yang pesan, tapi kata orang yang bawa pager yang pesan itu naik motor honda beat merah memakai helm,” ujarnya.

Terpisah, menanggapai terkait adanya kiriman yang tidak jelas di Kantor Kecamatan Sukadiri, Camat Hapid merasa kaget dan baru mengetahui kejadian tersebut.

“Saya kaget mendapat laporan seperti itu, ternyata sudah tiga kali kejadian ada yang mengirim material yang katanya suruh ngambil bekas material bangunan,” kata Camat Sukadiri Ahmad Hapid kepada lintas24news.com, Jumat (24/11/2023).

Ahmad Hapid merasa prihatin kepada para pelaku usaha dan serta masyarakat yang merasa disuruh, diminta tolong dengan mengatasnamakan kecamatan. Dia pun meminta agar benar-benar mengecek kembali personal atau orang yang meminta tolong, tentunya melibatkan para pengusaha atau para pelaku usaha sehingga merasa dibohongi.

Baca juga:  Santri Ponpes HKY Beri Bantuan Untuk Korban Rumah Ambruk Dampak Gempa di Sukadiri

Terkait adanya pencatutan mengatas namakan kecamatan sukadiri, pihaknya tak pernah memerintahkan staf atau pegawainya untuk memesan maupun mengambil barang yang ada di sukadiri.

“Sampai saat ini kami tentunya tidak pernah meminta tolong untuk memerintahkan staf saya untuk mengambil barang material di mana pun itu ataupun meminta tolong orang itu sama sekali kami tidak pernah meminta tolong memerintahkan itu,” terang Hapid.

Camat Sukadiri menghimbau agar berhati-hati serta bisa berkoordinasi langsung dengan pihak kecamatan baik itu Sekcam, Kasie Ekbang jangan langsung percaya begitu saja dengan orang yang belum jelas identitasnya.

“Kami menghimbau kepada seluruh pelaku usaha masyarakat siapa pun itu apabila ada urusan dengan kecamatan agar bisa langsung menghubungi kami tentunya ke pak Sekcam atau ke pak kasi Ekbang ataupun ke saya langsung agar hal ini tidak terulang kembali,” imbaunya.

Baca juga:  Anggota Polsek Mauk Polresta Tangerang Siskamling di Desa Kosambi

Dengan kejadian itu, tentunya akan merugikan para pengusaha khususnya dan masyarakat pada umumnya. Dengan tegas menyatakan bahwa permintaan pesanan yang mengatas namakan kecamatan itu hiak atau tidak benar.

“Ini hoak ya, jadi itu tidak benar. Sekali lagi saya sampaikan, kami dengan seluruh staf di kecamatan sama sekali tidak pernah meminta tolong atau memerintahkan untuk melakukan sesuatu mengirim material ataupun ngambil barang bekas dari kecamatan,” tukasnya.

(Adi/rdk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *