Di tengah ketidakpastian di pasar, minat terhadap aset digital meningkat termasuk altcoin seperti HYPE yang menembus US$48 lebih dari 16% dalam 1 bulan.
Jakarta, Indonesia – Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS, penguatan harga Bitcoin, serta meningkatnya penggunaan stablecoin global mulai mendorong perhatian masyarakat terhadap pasar aset digital pada 2026. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah altcoin mulai menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan dan minat pasar, termasuk Hyperliquid (HYPE).
Berdasarkan data pasar pada 20 Mei 2026 pukul 11.50 WIB, harga HYPE menembus US$48,07* dengan kenaikan aset lebih dari 16% di masa 1 bulan terakhir.
Sementara itu, harga Bitcoin hari ini masih bertahan di area tinggi US$76,862 setelah mengalami penguatan signifikan sepanjang tahun 2026. Sejumlah analis pasar global juga mulai memperhatikan potensi pertumbuhan ekosistem Hyperliquid dalam jangka panjang seiring berkembangnya decentralized trading infrastructure dan integrasi stablecoin di dalam platform.
Di sisi makroekonomi, Rupiah sempat menyentuh level mendekati Rp17.670 per dolar AS di tengah tekanan global dan penguatan dolar AS. Kondisi ini turut meningkatkan perhatian masyarakat terhadap aset berbasis dolar seperti Bitcoin dan stablecoin USDT.
Menurut FLOQ, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa aset digital mulai semakin diperhatikan sebagai bagian dari diversifikasi aset dan eksposur terhadap ekonomi global.
“Dalam kondisi pasar global yang dinamis, masyarakat mulai memperhatikan berbagai instrumen digital seperti Bitcoin, stablecoin, hingga altcoin. Namun penting dipahami bahwa setiap aset memiliki karakteristik risiko dan volatilitas yang berbeda,” ujar Yudhono Rawis, CEO dan Founder FLOQ.
Mengapa Bitcoin, USDT, dan Aset Digital Mulai Dilirik?
Di tengah pelemahan Rupiah dan ketidakpastian ekonomi global, sebagian masyarakat mulai mencari alternatif aset yang memiliki eksposur terhadap dolar AS dan ekonomi global. Hal ini mendorong meningkatnya perhatian terhadap Bitcoin, stablecoin seperti USDT (saat ini berkisaran US$0.99), hingga aset digital lainnya.
Selain digunakan untuk aktivitas trading, stablecoin juga mulai dipandang sebagai bagian dari efisiensi transaksi digital dan diversifikasi aset di era ekonomi digital.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menunjukkan jumlah pengguna aset kripto di Indonesia telah melampaui 21 juta pengguna pada 2026, menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap ekosistem aset digital dan blockchain di Indonesia.
Mengenal Hyperliquid dan Pendiri di Baliknya
Hyperliquid merupakan proyek decentralized exchange (DEX) yang berfokus pada perpetual futures trading berbasis blockchain. Platform ini mulai dikenal luas di komunitas aset digital karena menawarkan pengalaman trading dengan kecepatan tinggi dan likuiditas yang menyerupai centralized exchange, namun tetap berjalan dalam ekosistem decentralized finance (DeFi).
Dalam beberapa tahun terakhir, Hyperliquid berkembang menjadi salah satu decentralized perpetual trading platform yang banyak diperhatikan komunitas aset digital global seiring meningkatnya aktivitas decentralized derivatives trading.
Proyek ini dipimpin oleh Jeff Yan, yang dikenal sebagai salah satu figur di balik perkembangan Hyperliquid dan sempat masuk dalam daftar Most Influential versi CoinDesk pada 2025. Pengembangan Hyperliquid sendiri banyak berfokus pada efisiensi infrastruktur trading, likuiditas on-chain, serta integrasi stablecoin dalam ekosistem decentralized finance.
Token HYPE digunakan dalam ekosistem Hyperliquid untuk mendukung berbagai aktivitas jaringan dan tata kelola ekosistem. Meningkatnya aktivitas perdagangan dan pertumbuhan ekosistem platform turut membuat proyek ini mulai diperhatikan oleh pelaku pasar aset digital global.
Mengapa Altcoin seperti HYPE Mulai Mendapatkan Perhatian?
Selain Bitcoin dan stablecoin, sebagian investor mulai melirik altcoin yang memiliki ekosistem dan aktivitas perdagangan yang berkembang cepat. Salah satu faktor yang mendorong tren ini adalah meningkatnya aktivitas decentralized finance (DeFi) dan decentralized exchange (DEX) secara global.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasar global mulai memperhatikan proyek-proyek yang memiliki:
utilitas teknologi,aktivitas pengguna,volume transaksi organik,serta ekosistem yang terus berkembang.
Hyperliquid menjadi salah satu proyek yang mulai banyak dibahas komunitas aset digital global karena fokusnya pada decentralized perpetual trading infrastructure.
Fenomena ini juga menunjukkan adanya rotasi modal dari aset utama seperti Bitcoin menuju aset dengan potensi pertumbuhan lebih agresif. Dengan kata lain, pasar mulai memperhatikan aset digital di luar Bitcoin yang memiliki aktivitas dan pengembangan ekosistem yang terus bertumbuh.”
Kemitraan Strategis USDC Dorong Perhatian terhadap Hyperliquid
Perhatian pasar terhadap Hyperliquid juga meningkat setelah muncul laporan mengenai kerja sama strategis antara Hyperliquid, Coinbase, dan Circle terkait integrasi USDC sebagai base asset utama dalam ekosistem Hyperliquid.
Melalui kerja sama tersebut, Coinbase disebut akan mendukung pengelolaan cadangan USDC di jaringan Hyperliquid, sementara Circle menangani infrastruktur penerbitan dan redemption USDC. Integrasi ini memungkinkan USDC digunakan sebagai aset utama untuk berbagai pasangan trading dan settlement di dalam platform.
Sejumlah analis pasar menilai model ini dapat membuka sumber pendapatan baru bagi ekosistem Hyperliquid di luar trading fee tradisional, terutama dari aktivitas stablecoin dan likuiditas platform. Menurut berbagai estimasi pasar, Hyperliquid saat ini memiliki lebih dari US$5 miliar dana tersimpan dalam ekosistemnya. Beberapa analis juga memperkirakan model revenue-sharing tersebut berpotensi menghasilkan tambahan pendapatan tahunan yang signifikan bagi platform apabila aktivitas pengguna dan volume transaksi terus bertumbuh.
Pasar melihat pendekatan ini sebagai salah satu contoh berkembangnya model bisnis decentralized finance yang mulai menghubungkan pertumbuhan ekosistem, penggunaan stablecoin, dan utilitas token secara lebih terintegrasi.
Selain itu, kerja sama dengan perusahaan besar seperti Coinbase dan Circle juga dinilai meningkatkan perhatian investor terhadap infrastruktur decentralized trading yang memiliki konektivitas lebih luas dengan ekosistem aset digital global.
Apa yang Mendorong Kenaikan Harga HYPE?
Selain sentimen pasar, meningkatnya perhatian terhadap aset digital seperti HYPE juga didorong oleh perkembangan ekosistem decentralized trading yang terus bertumbuh.
Menurut data pasar terbaru, HYPE saat ini memiliki:
Market capitalization sekitar US$12,3 miliarVolume perdagangan harian lebih dari US$729 jutaAktivitas perdagangan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir
Peningkatan aktivitas decentralized perpetual exchange secara global menunjukkan bahwa sebagian trader mulai mengeksplorasi alternatif trading infrastructure di luar centralized exchange. Di sisi lain, penggunaan stablecoin seperti USDT dan USDC secara global juga terus meningkat, baik untuk kebutuhan trading maupun penyimpanan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Risiko Investasi Altcoin di Tengah Volatilitas Pasar
FLOQ mengingatkan bahwa altcoin memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibanding aset digital utama seperti Bitcoin maupun stablecoin. Oleh karena itu, pemahaman terhadap risiko, strategi entry, dan manajemen aset tetap menjadi faktor penting sebelum melakukan transaksi aset digital.
“Edukasi tetap menjadi faktor utama. Investor perlu memahami tujuan investasinya, profil risiko, dan strategi pengelolaan aset sebelum masuk ke pasar aset digital,” tambah Yudhono.
Untuk membantu pengguna memahami perkembangan pasar aset digital global, FLOQ juga menyediakan berbagai artikel edukasi dan market insight, termasuk:
Strategi Investasi Bitcoin Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Panduan Strategi Trading untuk Pemula
Paduan Menentukan Modal untuk Transaksi Kripto
Melalui pendekatan edukatif ini, FLOQ berharap masyarakat dapat memahami aset digital secara lebih bijak dan bertanggung jawab, terutama di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang.
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan membeli atau menjual aset digital tertentu. Investasi aset digital memiliki risiko dan volatilitas tinggi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami profil risiko sebelum melakukan transaksi aset digital. Data pasar diambil pada 20 Mei 2026 pukul 11.49 WIB.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

