Site icon lintas24news.com

Disaksikan Maksis, Siswa SMKN 5 Buktikan Kompetensi di Dunia Industri

UKK SMKN 5 Tangerang disaksikan Maksis Sakhabi, siswa uji kompetensi di PT Formosa untuk buktikan skill dan kesiapan kerja di industri.

**Caption Foto Jurnalistik:** Siswa SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang menjalani Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dengan praktik langsung di PT Formosa, kawasan industri Cikupa, Senin (6/4/2026), disaksikan Kepala Seksi SMK dan SKh Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang, H. Maksis Sakhabi, serta didampingi guru produktif. Ujian ini menjadi tolok ukur kesiapan siswa memasuki dunia industri. (Foto: Ist)

LINTAS24NEWS.COM— Siswa SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang membuktikan kompetensi mereka secara langsung di dunia industri melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di PT Formosa, kawasan industri Cikupa, yang turut disaksikan oleh H. Maksis Sakhabi, Senin, 6 April 2026.

Sebagai sekolah vokasi, SMK berorientasi mencetak lulusan yang memiliki keterampilan teknis sesuai bidang keahlian. Melalui UKK ini, siswa kelas XII diuji setelah menjalani pembelajaran teori dan praktik selama lebih dari dua tahun.

Pelaksanaan UKK berlangsung sejak Februari hingga Mei 2026 menjelang kelulusan. Seluruh siswa mengikuti ujian sesuai kompetensi keahliannya untuk menentukan apakah mereka layak dinyatakan kompeten. Proses ini dilakukan bekerja sama dengan industri dan melibatkan penguji profesional agar hasil penilaian objektif dan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kepala Seksi SMK dan SKh pada Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Tangerang, H. Maksis Sakhabi, menegaskan bahwa lulusan SMK harus memiliki kompetensi yang siap digunakan oleh industri.

“Melalui Uji Kompetensi ini, siswa dinilai langsung oleh penguji yang memiliki kualifikasi akademik dan pengalaman praktik, serta memperoleh sertifikat yang dapat menjadi pertimbangan industri,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan UKK di PT Formosa.

Ia juga menekankan pentingnya konsep link and match, yaitu kesesuaian antara kompetensi di sekolah dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan SMK dapat bekerja sesuai bidang keahliannya.

Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas SMK melalui berbagai program, mulai dari bantuan peralatan praktik, pembangunan sarana, hingga pengembangan sumber daya manusia. Di Kabupaten Tangerang, sejumlah SMK telah menerima program revitalisasi untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Meski pelaksanaan UKK berjalan baik, pihak Cabang Dinas Pendidikan masih menemukan beberapa sekolah yang belum optimal dalam kesiapan administrasi dan teknis. Beberapa di antaranya masih menggunakan pedoman lama yang berpotensi menimbulkan persoalan administratif.

“Kami masih menemukan sekolah yang belum siap, baik dari sisi perencanaan maupun pemahaman aturan. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” kata Maksis.

Ia juga menyoroti pentingnya literasi di lingkungan sekolah, khususnya dalam penyusunan administrasi pelaksanaan UKK agar sesuai dengan regulasi terbaru.

Sementara itu, penguji dari PT Formosa, Teguh Arbakun, mengapresiasi performa siswa yang dinilai sudah mendekati standar kerja profesional di industri.

“Mereka terlihat seperti tenaga ahli yang sedang bekerja,” ujarnya.

Pelaksanaan UKK SMKN 5 Kabupaten Tangerang di PT Formosa dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu mendatang, dengan pendampingan guru pendamping untuk memastikan proses ujian berjalan lancar. (*)

Exit mobile version