Site icon lintas24news.com

Di Tengah Seruan Hemat Energi, Studi Tour SDN Rawaboni 3 Tuai Sorotan

LINTAS24NEWS.com – Seruan pemerintah untuk melakukan penghematan energi dan efisiensi anggaran negara terus digencarkan di berbagai sektor. Kebijakan seperti work from home (WFH) hingga pembatasan kegiatan yang dianggap tidak mendesak menjadi bagian dari langkah strategis untuk menekan konsumsi energi, khususnya migas, serta menjaga stabilitas fiskal nasional.

Namun, di tengah upaya tersebut, muncul kebijakan yang dinilai bertolak belakang di tingkat satuan pendidikan. SDN Rawaboni 3 menjadi sorotan setelah tetap melaksanakan kegiatan studi tour ke Taman MBS Serang dengan biaya sebesar Rp350 ribu per siswa.

Keputusan ini memicu pertanyaan publik, terutama terkait sensitivitas institusi pendidikan terhadap kondisi ekonomi saat ini. Di saat pemerintah mendorong efisiensi dan penghematan, kegiatan yang melibatkan biaya tambahan bagi orang tua siswa dinilai kurang sejalan dengan semangat tersebut.

Sejumlah wali murid mengaku terbebani dengan biaya yang ditetapkan. Meski kegiatan studi tour sering dianggap sebagai sarana pembelajaran di luar kelas, tidak sedikit yang mempertanyakan urgensinya, terutama dalam situasi di mana efisiensi sedang menjadi prioritas nasional.

Sementara itu Kepala SDN Rawaboni 3 melalui pesan singkat WhatsApp. Ia menyatakan bahwa kegiatan tersebut telah direncanakan jauh sebelum adanya kebijakan efisiensi dari pemerintah.

“Maaf kang, ini direncanakan jauh sebelum ada aturan itu. Sesuai kesepakatan wali murid khusus kelas 6, bahkan komite pun, Bang Hermanto, ikut bergabung bersama keluarganya. Ini acara akhir tahun, jadi tidak untuk kelas lain. Saya hanya mendukung keinginan wali murid dan murid itu sendiri. Saya tidak mau mengecewakan mereka yang sudah jauh-jauh hari merencanakan kegiatan ini,” ujarnya.

Pihak sekolah seharusnya lebih bijak dalam mengambil kebijakan, dengan mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat serta arah kebijakan pemerintah. Transparansi dalam perencanaan kegiatan dan pelibatan orang tua dalam pengambilan keputusan juga menjadi hal yang krusial untuk menghindari polemik.

(Ibing/rdk)

Exit mobile version