Mengatur dana darurat dan sinking fund sering terasa seperti mengurus dua kotak berbeda yang harus sama-sama terisi. Kamu mungkin pernah bingung harus fokus ke yang mana lebih dulu. 

Padahal keduanya punya fungsi yang sangat penting untuk membuat kondisi finansial kamu tetap stabil. Cara kerjanya seperti pondasi rumah dan rangka atap. Dua peran yang saling mendukung agar hidup kamu tidak mudah goyah.

Kamu bakal melihat bagaimana pengelolaan dua pos ini bisa berjalan berdampingan tanpa membuat kamu kewalahan. Gaya hidup sekarang semakin cepat dan penuh kejutan sehingga kemampuan memisahkan dua pos keuangan ini jadi kunci yang menjaga kamu tetap tenang. 

Banyak anak muda yang berhasil membangun stabilitas finansial justru karena memahami perbedaan serta cara pengelolaannya sejak awal. Untuk itu, inilah cara yang sederhana dan terasa dekat dengan aktivitas kamu setiap hari.

1. Pisahkan rekening khusus untuk dana darurat

Memisahkan rekening dana darurat membuat kamu lebih fokus mengisinya. Kamu tidak perlu takut uangnya ikut terpakai karena rekeningnya tidak bercampur dengan aktivitas keuangan harian. 

Banyak orang merasa lebih tenang ketika punya tabungan khusus yang hanya digunakan untuk situasi mendesak seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan kesehatan mendesak keluarga, atau kejadian lain yang tidak bisa diprediksi.

Rekening yang terpisah membantu kamu melihat progresnya dengan jelas. Kamu bisa mengetahui jumlah yang sudah terkumpul tanpa tebakan. Cara ini juga menjadi pengingat halus agar kamu terus menyisihkan uang secara konsisten. 

Pengalaman beberapa perantau menunjukkan bahwa dana darurat adalah penyelamat ketika gaji terlambat cair atau muncul perbaikan rumah yang tidak direncanakan.

2. Buat daftar kebutuhan tahunan dan jadikan itu sinking fund

Sinking fund membuat kamu siap menghadapi pengeluaran besar yang sudah jelas waktunya seperti bayar pajak kendaraan, liburan, peralatan rumah tangga, hingga servis AC. Kamu tidak akan panik karena semua sudah diperhitungkan sejak awal tahun.

Kamu bisa mulai dengan membuat daftar kebutuhan tahunan di catatan ponsel. Misalnya pajak kendaraan, liburan Lebaran, servis laptop, atau beli kacamata baru. Setelah daftar jadi, kamu tinggal membagi jumlah total kebutuhan itu ke dalam setoran bulanan.

Baca juga:  Dari Infrastruktur Besar hingga Proyek Retail, Beton Readymix WSBP Hadir sebagai Solusi Andal

Cara ini membuat pengeluaran besar terasa lebih ringan. Banyak anak muda yang mencoba metode ini merasa lebih lega karena mereka tidak lagi kaget ketika musim bayar tahunan tiba.

3. Setor dana darurat secara rutin sampai mencapai target minimal

Dana darurat idealnya mencapai tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan kamu. Target itu terdengar besar, tetapi jauh lebih mudah dicapai jika kamu menyetor secara rutin. Kebiasaan kecil setiap bulan bisa menghasilkan rasa aman yang besar. 

Banyak karyawan baru yang menceritakan betapa dana darurat membantu mereka bertahan ketika biaya hidup tiba-tiba meningkat atau ada kebutuhan keluarga yang tidak bisa ditolak.

Cara paling mudah adalah dengan auto transfer dari rekening utama ke rekening dana darurat setiap awal bulan. Ketika dilakukan otomatis, kamu tidak memiliki jeda untuk menundanya. Kebiasaan ini membangun kontrol finansial yang kuat.

4. Bagi sinking fund berdasarkan kategori agar lebih rapi

Sinking fund semakin efektif kalau kamu memecahnya menjadi kategori. Misalnya kategori rumah, kendaraan, lifestyle, dan edukasi. Pembagian seperti ini membuat kamu tahu persis pos mana yang sudah siap dan mana yang masih perlu ditambah.

Contohnya kategori kendaraan akan berisi pos untuk servis motor, ganti oli, beli ban, atau pajak tahunan. Kategori lifestyle bisa berisi pos liburan, konser, atau pembelian gadget. Ketika kategorinya jelas, kamu tidak bakal merasa uangnya mengalir tanpa jejak. Banyak pekerja muda merasa lebih ringan membuat keputusan belanja setelah menerapkan metode ini.

5. Konsistensi adalah kunci utama

Banyak anak muda sering putus di tengah jalan saat membangun dua pos ini karena merasa terlalu berat. Padahal konsistensi jauh lebih penting daripada jumlah yang besar. Setoran kecil namun rutin selalu lebih efektif daripada setoran besar yang jarang dilakukan.

Ketika dana darurat dan sinking fund berjalan beriringan, kamu akan merasakan stabilitas finansial yang berbeda. Hidup terasa lebih ringan karena kamu tahu ada penyangga untuk kejadian mendadak dan ada persiapan untuk kebutuhan besar yang sudah terjadwal. 

Baca juga:  Pelabuhan Tanjung Wangi Jadi Simpul Logistik Strategis Jawa Timur

Banyak orang yang sudah menerapkan metode ini mengaku lebih tenang dalam mengambil keputusan jangka panjang seperti pindah kerja atau memulai bisnis kecil.

Kombinasi dua pos ini membentuk keuangan yang kuat sehingga kamu tidak mudah goyah saat ada kejutan dalam hidup. Kamu bisa melangkah lebih percaya diri karena setiap pengeluaran besar sudah memiliki tempatnya masing-masing.

Agar pengelolaan dua pos ini semakin optimal, kamu bisa menempatkan sebagian sinking fund atau dana jangka menengah ke instrumen yang memberi potensi imbal hasil lebih baik. Reksa dana bisa menjadi pilihan untuk membuat uang kamu bekerja lebih maksimal sambil tetap bisa diakses sesuai kebutuhan.

Sekarang, membuka reksa dana bisa dilakukan langsung dari smartphone di neobank dari Bank Neo Commerce. Mudah, cepat, dan cocok untuk pemula. Salah satu tips reksadana online untuk anak muda adalah mulai dari nominal kecil. 

Kamu juga bisa mulai buka reksa dana pemula ini dengan praktis. Buka investasi reksa dana di neobank dari Bank Neo Commerce. Dapatkan beberapa keuntungan di antaranya: 

– Investasi mulai dengan nominal kecil mulai dari Rp10.000

– Pilihan produk sesuai profil risiko 

– Aman karena dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman 

– Tersedia fitur investasi reksa dana rutin secara otomatis

Download aplikasi neobank di PlayStore atau App Store dan mulai berinvestasi reksa dana sekarang. 

Kunjungi link  reksa dana untuk info lengkap serta syarat dan ketentuan terbaru mengenai reksa dana.

Investasi melalui reksa dana mengandung risiko. Calon investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksa dana. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan masa datang.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Artikel ini juga tayang di vritimes