LINTAS24NEWS.com – Aktivitas kendaraan berat pengangkut tanah kembali memicu keresahan warga di Kabupaten Tangerang. Baru-baru ini, sebuah video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah truk bermuatan tanah melintas secara beriringan di Jalan Raya Kedaung–Kalibaru, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji pada malam hari.

Dugaan kuat muncul bahwa para sopir truk sengaja memilih jalur ini sebagai rute alternatif setelah adanya penutupan akses bagi kendaraan tambang di Jalan Raya Pakuhaji oleh pemerintah daerah.

Dalam rekaman tersebut, terdengar suara warga yang mengeluhkan banyaknya truk yang melintas secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari pengawasan petugas.

“Lihat di belakang banyak, tuh. Jalan Pakuhaji ditutup dia lewat sini,” ujar warga dalam video tersebut sembari memperingatkan potensi kabel listrik yang tersangkut muatan truk.

Aktivis wilayah Pakuhaji, Ibrohim yang akrab disapa Ibo, menegaskan bahwa kemunculan kendaraan berat ini tidak hanya mengganggu waktu istirahat warga akibat kebisingan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan dan ketahanan infrastruktur.

“Kami khawatir karena jalan ini bukan diperuntukkan bagi kendaraan berat. Jika terus dibiarkan, jalan akan cepat rusak dan sangat membahayakan warga sekitar,” tegas Ibo, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ibo juga menyoroti pentingnya konsistensi pemerintah dalam menjalankan Surat Edaran Bupati Tangerang mengenai larangan operasional mobil pengangkut tambang di wilayah tersebut. Ia meminta aparat terkait untuk segera melakukan patroli rutin di jalur-jalur “tikus” yang kerap dijadikan pelarian oleh para pengangkut tanah.

Sejauh ini, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kebocoran jalur pengawasan di wilayah Kedaung–Kalibaru. Warga berharap adanya tindakan tegas berupa penertiban di lokasi agar ketertiban lalu lintas dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.

(Ibong/Rdk)