LINTAS24NEWS.com – Puluhan warga Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi protes terhadap kondisi infrastruktur yang memprihatinkan. Sebagai bentuk kekecewaan atas lambannya respons pemerintah daerah, warga menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak parah dan kerap terendam banjir.
Jalan yang menjadi lokasi aksi tersebut merupakan urat nadi transportasi utama bagi masyarakat sekitar untuk menuju sekolah, tempat kerja, hingga pusat kegiatan ekonomi. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar dan genangan air dilaporkan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada upaya perbaikan permanen.
Warga mengeluhkan bahwa setiap kali hujan turun, akses jalan tersebut berubah menjadi kubangan air yang membahayakan keselamatan pengendara. Selain risiko kecelakaan, kerusakan jalan ini juga berdampak langsung pada distribusi logistik para nelayan dan pedagang lokal yang menggantungkan hidup pada kelancaran akses transportasi.
Seorang warga setempat mengungkapkan bahwa aspirasi terkait perbaikan jalan sudah berulang kali disampaikan, namun hingga kini belum membuahkan hasil nyata.
“Sudah berkali-kali kami mengeluhkan kondisi ini, tapi belum ada tindakan nyata. Jalan rusak dan banjir ini bukan baru, sudah bertahun-tahun,” tuturnya dengan nada kecewa.
Aksi penanaman pohon pisang ini diharapkan menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang agar segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan yang layak serta penataan drainase yang berkelanjutan. Warga menegaskan bahwa mereka tidak lagi menginginkan perbaikan sementara yang bersifat tambal sulam.
Meski dilakukan di jalur utama, aksi tersebut berlangsung dengan tertib dan damai tanpa memutus total arus lalu lintas. Masyarakat menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari dinas terkait.
Hingga laporan ini disusun, pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan dan aksi protes yang dilakukan oleh warga Desa Tanjung Pasir tersebut.
(Ibong/Rdk)

