LINTAS24NEWS.com – Aktivitas ziarah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Mekar Kondangan, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, kini memicu kontroversi. Meski area pemakaman masih diselimuti asap tebal dan bau menyengat yang mengganggu pernapasan, warga terpantau tetap berbondong-bondong mendatangi lokasi tersebut.

Kondisi ini memicu kritik tajam terhadap aparat setempat yang dinilai kurang tegas dalam melakukan pengawasan. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, sisa-sisa kepulan asap masih terlihat jelas di sekitar makam, yang berpotensi membahayakan keselamatan serta kesehatan para peziarah.

Menanggapi situasi yang dinilai berisiko tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Seroja Indonesia angkat bicara. Ketua DPC Kabupaten Tangerang LSM Seroja, Muhidin, menyatakan keprihatinannya atas pembiaran yang terjadi di lokasi terdampak asap tersebut.

“Kami akan segera melayangkan surat resmi kepada instansi terkait. Kami ingin mempertanyakan kejelasan izin lapak penimbunan sampah di lokasi tersebut, karena aktivitas pembakaran menyebabkan gangguan bagi pengunjung TPU. Keamanan warga harus menjadi prioritas utama,” tegas Muhidin.

LSM Seroja mendesak agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Langkah-langkah yang diharapkan melakukan sterilisasi area dari aktivitas massa selama kondisi belum aman. Evaluasi dampak lingkungan terkait sumber asap di pemakaman. Dan peningkatan pengawasan di titik-titik rawan untuk mencegah risiko kesehatan warga.

Hingga saat ini, pihak berwenang dari Pemerintah Kabupaten Tangerang maupun pemerintah desa setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah penanganan atau regulasi kunjungan di area yang masih terdampak asap tersebut.

(Rdk/Ibong)