Semarang – Tantangan yang sering terjadi adalah adanya jarak antara pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata dunia kerja berbasis teknologi. Banyak lulusan sudah memahami konsep transformasi digital, tetapi belum terbiasa menjalani aktivitas dalam lingkungan yang sepenuhnya digital. Pengalaman belajar di kelas seringkali belum sepenuhnya mencerminkan situasi industri, sehingga lulusan membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi ketika mulai bekerja. Dalam persaingan global yang semakin ketat, kondisi ini menjadi perhatian penting dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk di Indonesia yang sedang mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.
Kendala yang sering muncul dalam pendidikan saat ini adalah bagaimana menghadirkan pengalaman belajar yang benar-benar selaras dengan perkembangan dunia kerja berbasis teknologi. Perubahan digital berlangsung sangat cepat, sementara proses pembelajaran di kampus masih sering berjalan terpisah dari dinamika industri yang serba terhubung, berbasis data, dan adaptif. Akibatnya, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran belum sepenuhnya mencerminkan bagaimana teknologi digunakan dalam praktik nyata sehari-hari. Di tengah persaingan global yang semakin dinamis, kebutuhan akan lingkungan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman menjadi semakin penting, termasuk di Indonesia yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan transformasi digital.
Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University @Semarang menghadirkan pendekatan baru dalam pengembangan lingkungan belajar melalui Digital Transformation & AI Experience Campus. Transformasi ini tidak dimaknai sebagai sekadar pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, melainkan sebagai upaya membangun pengalaman pendidikan yang utuh dan kontekstual. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi sebagai objek pengetahuan, tetapi berinteraksi langsung dengan sistem, proses, dan lingkungan yang mencerminkan praktik industri masa depan.
Pendekatan ini diwujudkan melalui integrasi kampus dengan kawasan pengembangan modern di sekitarnya sehingga pengalaman belajar meluas melampaui ruang kelas. Lingkungan akademik dirancang menjadi bagian dari ekosistem digital yang hidup, tempat teknologi, aktivitas ekonomi, ruang sosial, dan inovasi saling terhubung. Dengan demikian, proses pembelajaran berlangsung secara lebih relevan, aplikatif, dan berorientasi masa depan, memungkinkan mahasiswa memahami transformasi digital bukan sebagai konsep abstrak, melainkan sebagai realitas yang mereka alami setiap hari.
Lingkungan sekitar kampus dirancang menjadi bagian dari pengalaman belajar itu sendiri. Kehadiran BINUS School @Semarang menjadi fondasi awal ekosistem pendidikan yang terintegrasi, menghadirkan kesinambungan lingkungan belajar dalam satu kawasan. Di sekitarnya, Mall 23 Semarang menghadirkan pusat aktivitas komersial dan gaya hidup yang selaras dengan dinamika ekonomi digital. Ruang interaksi publik yang memadukan teknologi, rekreasi, dan kreativitas juga hadir melalui Awanncosta, sementara nuansa kawasan tepi air modern diperkuat oleh Malibu Beach Front. Ekosistem ini semakin lengkap dengan hadirnya PDJ City sebagai kawasan terpadu yang mencakup area hunian modern, fasilitas olahraga seperti soccer field, hingga PDJ City Rally Circuit. Keterhubungan antara pendidikan, teknologi, dan kehidupan urban terasa menyatu dalam satu lingkungan yang saling mendukung. Melalui integrasi kawasan tersebut, pengalaman belajar tidak lagi terpisah dari perkembangan industri dan masyarakat digital. Aktivitas akademik berlangsung di lingkungan yang mendorong interaksi dengan teknologi, data, kreativitas, dan kolaborasi setiap hari. Kecerdasan buatan pun tidak hanya dipelajari sebagai materi, tetapi hadir sebagai bagian dari sistem pembelajaran adaptif, pengelolaan kampus cerdas, hingga simulasi lingkungan kerja berbasis teknologi.
Direktur Kampus BINUS University @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.M. menegaskan arah bahwa : “Transformasi digital di BINUS @Semarang dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang benar-benar relevan dengan masa depan. Kami membangun lingkungan pendidikan yang terintegrasi dengan ekosistem kawasan sehingga mahasiswa tidak hanya mempelajari teknologi, tetapi hidup dan berkembang di dalamnya.”
Dengan pendekatan tersebut, BINUS @Semarang menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya merespons perubahan zaman, tetapi secara aktif membentuk ekosistem pembelajaran masa depan. Integrasi antara teknologi, lingkungan belajar, dan pengembangan kawasan menciptakan ruang pendidikan yang hidup, relevan, dan selaras dengan arah perkembangan industri global. Di sinilah teknologi, pendidikan, dan pengembangan kawasan bertemu dalam satu pengalaman yang utuh, menghadirkan lingkungan yang mendorong inovasi, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui langkah ini, BINUS @Semarang memperkuat komitmen BINUS University dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi masa depan, sekaligus berkontribusi membangun ekosistem pembelajaran yang siap menjawab tantangan dunia yang terus berevolusi.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
