Kota Tangerang, Lintas24News.com — Laznas PPPA Daarul Qur’an memperingati Milad ke-19 dengan menegaskan capaian signifikan dalam bidang literasi Al-Qur’an. Selama hampir dua dekade, lembaga ini berhasil mengentaskan buta aksara Al-Qur’an bagi 3,3 juta jiwa di berbagai wilayah.
Peringatan Milad ke-19 digelar di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, Kamis (2/4/2026), dengan mengusung tema “Manfaat Tanpa Batas”.
Direktur Utama Laznas PPPA Daarul Qur’an, Dwi Kartika Ningsih, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari kontribusi nyata lembaga dalam membangun masyarakat berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Selain fokus pada literasi dasar, lembaga juga mengembangkan program inklusif yang menjangkau kelompok disabilitas. Salah satunya melalui program Tuli Mengaji yang diluncurkan pada 2024.
Hingga saat ini, sebanyak 3.462 penerima manfaat telah mengakses pembelajaran Al-Qur’an berbasis bahasa isyarat. Dari jumlah tersebut, 509 orang telah menjadi pengajar dengan standar Lembaga Pengembangan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI. Selain itu, 2.310 mushaf isyarat telah dicetak dan didistribusikan, serta 2.152 paket bantuan pendidikan disalurkan bagi komunitas tunarungu.
Secara keseluruhan, Laznas PPPA Daarul Qur’an telah menjangkau lebih dari 9,4 juta penerima manfaat melalui lima pilar program utama, yaitu pendidikan, dakwah, kesehatan, sosial, dan ekonomi. Program-program tersebut kini tersebar di 31 provinsi, 32 kabupaten/kota, serta menjangkau 15 negara di empat benua.
“Manfaat yang kami hadirkan melampaui batas geografi dan waktu. Inilah yang kami maknai sebagai Manfaat Tanpa Batas,” ujar Dwi.
Upaya peningkatan kualitas pengajar juga dilakukan melalui program Akademik Guru Al-Qur’an yang diluncurkan pada 2025. Program ini memberikan pelatihan dan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hingga September 2025, sebanyak 635 guru dinyatakan kompeten di 15 provinsi.
Di sisi lain, keberadaan Kampung Qur’an di berbagai daerah dinilai mampu memperkuat struktur sosial masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana. Kajian Center of Islamic Business and Economic Studies IPB mencatat peningkatan indeks spiritual sebesar 5,32 persen serta tingkat kepuasan penerima manfaat mencapai 97,09 persen.
Sepanjang perjalanannya, Laznas PPPA Daarul Qur’an juga meraih berbagai penghargaan, di antaranya rekor MURI pada 2013, opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 18 tahun berturut-turut, serta sertifikasi ISO 9001:2015 sejak 2021.
Pada periode 2024–2025, lembaga ini kembali memperoleh penghargaan Zakat Award serta predikat Mitra Terbaik 2025 dari Badan Pengelola Keuangan Haji RI.
Dalam momentum milad ini, Laznas PPPA Daarul Qur’an turut meluncurkan program Sekolah Imam Indonesia (SII) untuk mencetak kader pemimpin komunitas dengan kompetensi keilmuan agama, manajerial, dan dakwah sosial.
Selain itu, lembaga juga merilis buku berjudul Jejak Cahaya di Jalan Panjang, 19 Tahun Tumbuh dan Berdampak yang merangkum perjalanan dan kontribusi dakwah selama 19 tahun.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI Waryono Abdul Ghafur, Asisten Daerah Kota Tangerang Deni Koswara, Sekretaris Umum MUI Kota Tangerang KH. Misbahul Munir, pimpinan Daarul Qur’an, mitra, serta para donatur dan penerima manfaat.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Laznas PPPA Daarul Qur’an juga memberikan penghargaan kepada donatur, mitra, dan media yang telah berkontribusi dalam mendukung program-program pemberdayaan selama 19 tahun terakhir. (*)

